oleh

YMI: Hardiknas, Pendidikan Bisa Jadikan Generasi Muda Lebih Unggul

-Polhukam-20.649 views

Jakarta – Deklarator Youth Movement Instituet (YMI) Tanggon NM berpesan agar momentum Hardiknas yang jatuh pada tanggal 2 Mei ini, pendidikan bisa menjadikan generasi muda yang unggul.

Dijelaskan dia, setiap 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasioanal atau juga sering disingkat Hardiknas. Tanggal 2 Mei yang juga bertepatan dengan tanggal lahir bapak pendidikan Indonesia yaitu Ki Hadjar Dewantara. Beliau adalah seorang tokoh pelopor pendidikan Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa. Pada zaman kolonial, tidak semua anak bangsa yang dapat mengenyam bangku pendidikan.

“Yang boleh bersekolah hanyalah anak tertentu saja dari golongan tertentu. Nah, beliau gigih memperjuangkan agar semua anak memperoleh kesempatan memperoleh pendidikan,” ucapnya.

Dalam sebuah negara, lanjut Tanggon, pendidikan selalu menjadi prioritas utama dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Negara dengan kualitas pendidikan yang baik akan mampu mengantarkan sukses dalam pembangunan di berbagai bidang. Melalui pendidikan yang berkualitas, negara Indonesia akan memiliki bibit-bibit baru yang sehat serta berkompeten.

“Sayangnya untuk mewujudkan itu saat ini masih banyak terdapat kendala yang dihadapi. Banyak faktor yang menjadi penyebab kegagalan mewujudkan pendidikan merata di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Menurut dia, pentingnya pendidikan belum seluruhnya disadari oleh masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya anak-anak, pemuda dan remaja putus sekolah yang lebih memilih bekerja daripada menempuh pendidikan. Hal ini juga dipengaruhi faktor ekonomi yang mengharuskan mereka untuk memenuhi tuntutan hidup.

“Kepentingan politik tidak seharusnya membuat rumit pendidikan yang ada. Fungsi pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan adalah dukungan finansial dan legalitas. Untuk kewenangan dalam hal mendidik anak, sosok gurulah yang paling berperan,” bebernya.

Maka dari itu, tambah dia, perlu adanya dukungan besar dari pemerintah untuk menjamin para guru di Indonesia, sehingga profesi guru bukan lagi profesi yang dianggap sebelah mata. Jika profesi guru merupakan profesi yang sangat dihargai, maka orang-orang yang memiliki kualitas bagus akan dengan sendirinya mendedikasikan diri untuk menjadi pengajar di negeri ini.

“Pendidikan yang berkualitas merupakan impian semua negara, karena kemajuan suatu bangsa, dilihat dari sistem pendidikan. Sistem pendidikan di negara maju sekalipun apabila diulas lebih dalam ternyata negara-negara tersebut masih mengalami masalah dalam pelaksanaanya,” sebutnya.

Dikatakannya, masalah pendidikan yang terdapat di Indonesia diantarnya kurangnya kesadaran masyarakat, rendahnya kualitas sarana prasarana, rendahnya kualitas guru, rendahnya kesejahteraan guru, rendahnya prestasi siswa, kurangnya pemerataan pendidikan, kurangnya relevansi antara pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan tingginya biaya pendidikan.

“Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, dapat mengambil langkah-langkah dengan mangadopsi cara yang dilakukan di berbagai negara yang memiliki masalah sejenis,” katanya.

Dia pun mengutip penggalan kata yang pernah dilontarkan tokoh Ki Hadjar Dewantara

Ing Ngarso Sung Tuladha
Di Depan Menjadi Teladan
Ing Madya Mangun Karsa
Di Tengah Membangun Semangat
Tut Wuri Handayani
Di Belakang Memberikan Dorongan

“Generasi muda milenial harus berani berkorban untuk kemajuan pendidikan bangsa ini,
Pemuda yang menghargai sejarah dan perjuangan para pendahulu akan menumbuhkan karakter kita untuk menjadi pribadi yang bersahaja serta unggul dalam mengembangkan kercerdasan,” paparnya.

“Semoga dunia pendidikan kita kedepan lebih baik lagi,” tandasnya.

Komentar

News Feed