oleh

Mestinya Penceramah Jadi Pembawa Kedamaian Bukan Kebencian

-Nasional-22.344 views

Purwakarta – Masjid, khatib maupun penceramah/da’i yang menjadi juru dakwah semestinya menjadi pembawa kedamaian, keluhuran budi, persaudaraan, juga menebar kesalihan. Bukan sebaliknya, menebar kebencian dan kenistaan.

“Masjid adalah tempat untuk berdakwah syiar Islam, bukan untuk menebar kebencian, caci maki maupun adu domba,” tegas Penceramah kondang Purwakarta Ustadz H. Asep.

Hal itu mengemuka dalam acara Tabligh Akbar dan Peringatan Isra Mi’raj bertema “Iman, Ilmu dan Amal, Pelihara Sholat serta Jaga Kesucian Masjid Seutuhnya” yang diinisiasi DKM Baing Yusuf di Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta, Kamis kemarin (19/4/2018).

Turut hadir juga ribuan jamaah dari berbagai unsur masyarakat, ulama, santri, pemuda, kelompok Majelis Taklim dan perwakilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se – Purwakarta.

Jika menebar kebencian, kata dia, itu namanya masjid ghiror. Jika mendapati yang demikian, jemaah masjid bersangkutan harus proaktif.

“Jika mereka merasa terganggu dengan ujaran kebencian, mereka berhak untuk menolak atau melaporkan kepada yang berwajib,”¬†katanya.

Lebih jauh, H. Asep menyarankan kepada publik Purwakarta untuk dapat bekerja sama menciptakan suasana damai jelang Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019.

“Masjid tempat untuk berdakwah syiar Islam, bukan untuk memecah belah umat,” pungkasnya.

Komentar

News Feed