oleh

Puisi Sukmawati Mengandung Unsur Sara

-Polhukam-24.189 views

Jakarta – Ketua Umum HMI Pustara Adim Rajak menilai isi puisi Sukmawati mengandung unsur SARA pada beberapa bait kalimat yang sangat bertentangan dengan prinsip kebaikan dan solidaritas yang dijaga pada nilai kebersamaan.

“Misalnya pada kalimat “Sari konde sangat indah lebih cantik dari cadar dirimu, suara kidung ibu lndonesia lebih merdu dari alunan Azan,” ungkap Adim Rajak, hari ini.

Menurut dia, bunyi isi puisi tersebut sangat merobek dan menyinggung hati umat Islam, karena beberapa kalimatnya kemudian mengandung unsur SARA. Puisi dalam bentuk prosa bahasa konten puisi seharusnya mengandung seni yang harusnya membentuk karakter nasionalisme dan kesadaran pada masyarakat secara umum untuk memperkuat basis pendidikan solidaritas dan kesatuan demi keutuhan bangsa dan negara serta saling menjaga keutuhan NKRI.

“Bukan kemudian menyudutkan dan menyerang simbol-simbol agama tertentu atau yang sejenisnya yang pada prinsipnya kebenaran idealisme seni tidak bisa mengandung serangan pada aspek keyakinan manusia baik secara individu maupun kelompok,” bebernya.

Dikatakannya, keutuhan NKRI yang terbingkai dalam falsafah bangsa dan Bhinneka Tunggal Ika itu merupakan satu kesatuan yang tidak menyinggung dan meresahkan warga masyarakat secara universal tetapi mendidik sebagai cara pandang untuk meneguhkan semangat persatuan dan kesatuan yang semakin kokoh ditubuh manusia Indonesia seutuhnya.

Olehnya itu, kata dia, hal itu sangat bertentangan dengan prinsip semangat kemerdekaan.

“Ini harus ditindak tegas sebagai bentuk pelecehan terhadap simbol-simbol agama yang kemudian menjadi fondasi dalam keyakinan Islam,” jelasnya.

Dia melanjutkan bukan seenaknya saja dijadikan sebagai prosa bahasa yang itu kemudian terdapat memecah belah antar satu dengan yang lain di tengah-tengah kehidupan sosial.

“Beberapa redaksi bahasa yang disampaikan dalam puisi yang dibacakan, sedikit mengandung unsur SARA maka harus ditindak sesuai proses hukum yamg berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia secara tegas,” tandasnya.

Komentar

News Feed