oleh

Waspadai Bahaya Laten Hoax Merajalela

-Polhukam-11.742 views

Jakarta – Aktivis Aliansi Mahasiswa dan Pemuda untuk Keadilan Rakyat (Amalan Rakyat) Frans Freddy angkat suara perihal fenomena kelompok penyebar hoax yang kian meresahkan publik tanah air.

Kata Frans, para penyebar berita sampah itu berusaha menciptakan isu nasional dengan serangan sistematis terhadap ulama. Kemudian kelompok ini membuat isu seolah pelakunya adalah kelompok penganut paham komunis.

“Polanya agar menjadi isu nasional, sehingga publik terpengaruh opini bahwa telah terjadi penyerangan yang sangat sistematis dengan target ulama. Dan kemudian kambing hitamnya terhadap kelompok tertentu, PKI,” tegas Frans, hari ini.

Menurutnya, opini yang selama ini dibangun dan disebarkan oleh kelompok penghasil hoax sangatlah menjadi bahaya laten yang dapat menimbulkan disintegrasi bangsa, tapi sayangnya kebanyakan yang difitnah adalah kelompok pro pemerintahan.

“Apa mungkin kelompok penyebar hoak adalah bagian dari kelompok oposisi pemerintahan saat ini,” ujarnya.

Dia melanjutkan latar belakang tindakan kelompok Saracen dan MCA adalah ingin membuat opini di tengah masyarakat di mana pemerintah seolah tak kredibel menjalankan tugasnya. Ujungnya, kata dia, masyarakat menuntut adanya pergantian pemerintahan.

“Isu media sosial ini setelah didalami oleh pihak kepolisian, apa motifnya terjadi serangkaian serangan udara (dunia maya). Setelah didalami komunikasinya, tujuannya agar pemerintah dianggap tidak kredibel, kemudian supaya nanti ada pergantian pemerintahan dan lain-lain. Berarti motif politik,” ucap dia.

Frans pun melihat berkembangnya hoax seperti itu membawa keuntungan bagi kelompok-kelompok yang tidak sejalan dengan pemerintah saat ini. Ia menyebut contoh kelompok yang diuntungkan adalah penganut ideologi khilafah.

“Dan kita juga melihat ini terkait dengan kelompok-kelompok yang tidak nyaman dengan sistem negara ini. Contoh kelompok khilafah,” tuturnya.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal membenarkan informasi adanya anggota-anggota kelompok penyebar konten negatif di luar negeri. Saat itu Iqbal membenarkan adanya anggota kelompok MCA di Korea Selatan.

Serta Polri telah secara transparan menyampaikan kepada publik bahwa kelompok penyebar hoax tersebut adalah kelompok Muslim Cyber Army, hal tersebut sesuai data fakta yang diperoleh saat proses penyelidikan, apabila pihak polri tidak menyampaikan data secara kredibel dan transparan terkait penangkapan kelompok penyebar hoak adalah kelompok Muslim Cyber Army, tanpa adanya tendensi mendiskriditkan umat islam, besar kemungkinan akan menjadi bahan gorengan opini bahwa penanganan kasus tersebut merupakan setingan Polri.

Komentar

News Feed