oleh

Gelar Audiensi dengan Ristekdikti, FKMPI Sampaikan Program Revitalisasi

-Nasional-21.825 views

Jakarta – Forum Komunikasi Mahasiswa Politeknik se-Indonesia (FKMPI) yang diwakili 16 Mahasiswa Politeknik melakukan audiensi dengan Kemenristekdikti di Senayan, Jakarta, Senin (26/2/2018).

Dalam audiensi tersebut, para mahasiswa mengajukan isu perihal Program Revitalisasi Politeknik, Sistem UKT Politeknik, serta Bidikmisi dan Beasiswa lainnya di Politeknik.

Namun dari ketiga isu tersebut hanya sistem UKT saja yang tidak tersampaikan karena FKMPI hanya dapat bertemu dengan Ditjen Belmawa dan Ditjen Kelembagaan (sedangkan UKT berada dibawah pengelolaan Biro Perencanaan).

Pada pembahasan Beasiswa/Bidikmisi, FKMPI dan Ditjen Belmawa sepakat dalam melakukan kerjasama. FKMPI akan mengupayakan pendataan Mahasiswa Politeknik yang tak layak menerima Bidikmisi.

“Apabila terbukti maka kemudian nantinya pihak Ditjen Belmawa akan mencabut Bidikmisi tersebut kepada para pelaku terkait serta menindak tegas Politeknik yang menyalahi aturan yang berlaku dalam setiap proses pelaksanaan Bidikmisi,” ungkap Koorbid Kastrag FKMPI Hamzah Abdul Majid, hari ini.

Audiensi tersebut dimulai di ruang rapat lantai 7 gedung D Kemenristekdikti, yang dihadiri oleh Pak Didin Wahidin (Dir. Kemahasiswaan).

Hamzah melanjutkan revitalisasi Politeknik bukan program Ditjen Belmawa, sehingga Tim meminta pihak Belmawa untuk memfasilitasi pertemuan pada waktu itu juga dengan Ditjen Kelembagaan, yang kemudian diterima oleh Direktur Pembinaan Kelembagaan Pendidikan Tinggi, Totok Prasetyo.

Dijelaskannya, revitalisasi Politeknik merupakan program dengan tujuan yang baik guna memfokuskan kembali Politeknik. Namun di dalam program Revitalisasi Politeknik terdapat program pelaksanaan Dual System 3-2-1, dimana mahasiswa Politeknik akan mengikuti kegiatan perkuliahan di Kampus hanya 3 semester, kemudian dilanjutkan magang di Industri selama 2 semester, dan semester terakhir untuk penyelesaian tugas akhir.

“Dual System ini lah yang menjadi sorotan Mahasiswa Politeknik dapat disinyalir sebagai upaya mempersempit pergerakan kemahasiswaan khususnya di Politeknik,” kata dia.IMG-20180227-WA0071

Namun sangat disayangkan, lanjutnya, pihak Kemenristekdikti menganggap bahwa dengan dilakukan Dual System nantinya mahasiswa tidak sama sekali mengganggu kegiatan kemahasiswaan dan justru menuntut mahasiswa politeknik untuk mampu beradaptasi dengan perubahan sistem yang ada bagaimana pun caranya.

“Pada hari ini Forum Komunikasi Mahasiswa Politeknik se-Indonesia yang berbicara atas nama Mahasiswa Politeknik se-Indonesia menegaskan bahwa kegiatan kemahasiswaan di Politeknik masih sangat minim kualitas maupun kuantitas dan dapat menjadi lebih parah kedepannya jika Dual System terlaksana, karena mahasiswa hanya bisa berorganisasi selama 3 semester, maka bisa kita bayangkan bagaimana lemah dan prematurnya dunia organisasi mahasiswa politeknik nantinya. Tidak mungkin akan ada kemajuan suatu yang lemah kalau sistem tidak dibenahi apalagi dipersempit malah justru akhirnya menjadi bentuk pelemahan,” paparnya.

Diluar dari itu, sambung dia, program Revitalisasi Politeknik sendiri untuk tahun 2018 masih akan fokus pada 12 Politeknik Pilot Project. Kedepannya FKMPI akan terus mengawal program-program yang dilaksanakan Kemenristekdikti untuk politeknik baik Revitalisasi Politeknik dan program-program lainnya.

Audiensi selesai pada pukul 18.00 WIB, diakhiri dengan penyerahan modul kajian Revitalisasi Politeknik oleh Sekretaris Jenderal FKMPI kepada Direktur Pembinaan Kelembagaan Pendidikan Tinggi sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi kedepannya.

Komentar

News Feed