oleh

Parpol Manfaatkan Khilafah untuk Dulang Suara di Pilpres 2019

Jakarta – Pemerintahan Jokowi-JK secara tegas membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melalui Perppu Ormas lantaran dianggap telah melanggar komitmen untuk ber-NKRI. Namun dibalik pembubaran tersebut, ada kelompok tertentu untuk memanfaatkan demi kepentingan politik.

Aktivis dan Intelektual NU Ahmad Baso mensinyalir konsepsi paham khilafah yang pernah digaungkan oleh ormas HTI saat ini telah dimanfaatkan oleh kepentingan kelompok tertentu yang diduga Parpol sebagai senjata politik. Berdalih berlatar belakang agama namun memiliki misi terselubung yakni menaikkan popularitas untuk mendulang suara di Pilpres 2019.

“Ada permainan politik, banyak manipulasi dan penuh kebohongan. Konsepsi khilafah saat ini diangkat oleh kelompok tertentu untuk berpolitik,” ungkap Ahmad Baso saat seminar bertema Islam dan Peradaban Khilafah, Perlukah ? yang diinisiasi PMII di RM Handayani Matraman Jaktim, Rabu (24/1/2018).

Lebih lanjut, Ahmad Baso menegaskan bahwa pihaknya siap melakukan perlawanan jika ada kelompok yang berusaha menggiring paham khilafah masuk ke ranah politik.

“Jika membawa khilafah ke ranah politik, kita akan lawan dan sanggah semuanya,” ujar Ahmad Baso.

Menurut dia, jika ada yang bilang khilafah tapi belum pernah ngaji di pondok maka yang menyampaikan adalah Syaiton. Oleh karenanya, kata dia, saat ini banyak yang berkampanye khilafah padahal mereka juga sudah dibubarkan.

“Kalau ada orang yang ngomong khilafah tapi belum pernah ngaji di pondok maka yang menyampaikan adalah Sayton,” tandasnya.

Komentar

News Feed