Zulkifli Rasyid: Koperasi Cipinang Siap Bersinergi dengan Pemerintah Berantas Mafia Beras dan Praktik Oplosan

Berita Utama976 views

Jakarta, 5 Agustus 2025 – Zulkifli Rasyid, Ketua Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang, menegaskan komitmennya mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam mengelola pasar beras nasional. Menurutnya, stabilitas dan ketersediaan beras merupakan salah satu pilar utama ketahanan pangan di Indonesia yang harus dijaga bersama. Sebagai kepala koperasi yang berperan strategis dalam distribusi dan pemasaran beras di Pasar Induk Cipinang, Zulkifli menilai sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha sangat diperlukan agar tujuan nasional dapat tercapai dengan efektif.

Ia memberikan penjelasan terkait isu beras oplosan yang tengah menjadi sorotan. Ia membantah bahwa pihaknya atau anggota koperasi melakukan pengoplosan beras dengan maksud merugikan konsumen atau mencari keuntungan semata. Menurut Zulkifli, pengoplosan beras yang dilakukan di pasar induk hanya berdasarkan permintaan konsumen dan bukan untuk menipu atau menaikkan harga dengan cara tidak wajar.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Zulkifli menggarisbawahi bahwa sebenarnya masyarakat perlu mengetahui bahwa pencampuran beras tidak selalu berarti penurunan kualitas. Menurut dia, ada dua motif utama pencampuran beras: pertama untuk menciptakan rasa dan tekstur nasi yang sesuai selera konsumen, dan kedua untuk menyesuaikan harga agar tetap kompetitif dan terjangkau oleh konsumen tertentu. Jadi, pencampuran beras lebih merupakan penyesuaian kebutuhan pasar daripada tipu daya.

Secara tegas Zulkifli mendukung pemerintah dalam upaya menindak tegas praktik beras oplosan dan mafia beras yang merugikan konsumen dan stabilitas pasar. Ia menegaskan bahwa anggota koperasi di Pasar Induk Beras Cipinang tidak pernah melakukan pengoplosan beras subsidi atau beras resmi pemerintah seperti SPHP, karena distribusi beras subsidi tersebut memang tidak melalui pasar induk melainkan via kios luar dan pasar modern.

Zulkifli sangat mendukung penuh Satgas Pangan Polri dan Kementerian Pertanian untuk mengawasi dan menjatuhkan sanksi tegas kepada pelaku mafia yang merusak sistem distribusi pangan nasional. Ia menyadari pentingnya kolaborasi antara koperasi pedagang dan pemerintah untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan beras bagi masyarakat luas.

Sebagai ketua koperasi, Zulkifli berharap semua pihak termasuk pedagang beras dan pemerintah dapat bekerja sama menghadapi isu beras oplosan dan mafia beras secara transparan dan transparan agar pasar beras tetap sehat, aman, dan berkeadilan bagi semua pihak, terutama konsumen yang mengandalkan beras sebagai kebutuhan pokok sehari-hari.

Komentar