Jakarta – Ketua Umum LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara Satu (PENJARA 1), Teuku Z. Arifin menyatakan bahwa pihaknya akan tetap bersikap objektif dan kritis terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, meskipun pada dasarnya mereka memberi ruang dan dukungan terhadap program-program yang dinilai baik.
“Kita hanya bisa memberikan dukungan kalau memang itu baik. Namun bukan berarti kita tunduk. Kalau di tengah jalan ada sesuatu yang melenceng, ya kita juga akan menggugah,” ujar Teuku Z. Arifin dalam sesi wawancara yang digelar belum lama ini.
Ia menegaskan bahwa sikap LSM yang ia pimpin tidak membabi buta mendukung kebijakan, tetapi mengedepankan objektivitas dalam menilai setiap langkah pemerintah. “Artinya dari LSM PENJARA 1, kita cukup objektif untuk melihat suatu permasalahan. Selama itu baik, kita berikan waktu dan kita selalu berpikir positif,” lanjutnya.
Terkait penugasan Wapres terpilih Gibran Rakabuming ke Papua, Teuku menilai langkah tersebut layak mendapat apresiasi selama berdampak positif bagi masyarakat. “Kalau itu baik, kita dukung. Jadi jangan orang berpikir, oh Anda mendukung sepenuhnya — tidak begitu. Kita bisa mendukung, tapi kita juga bisa menggugat kalau ada yang tidak benar.”
Saat ditanya mengenai program-program unggulan pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Pokja Merah Putih, Teuku mengungkapkan bahwa pihaknya masih memantau dan menilai efektivitas kebijakan-kebijakan tersebut secara bertahap.
“Kalau untuk saat ini, kita lihat dulu, kan belum satu tahun. Nanti kita evaluasi lagi, lihat progresnya. Untuk sementara, mereka juga berupaya untuk meratakan semua program—MBG-nya, koperasinya, semuanya. Kita lihat dulu lah,” ujarnya.
LSM PENJARA 1 menyatakan akan terus menjalankan perannya sebagai pemantau independen atas jalannya pemerintahan, dengan prinsip mengawal kebaikan namun juga tak ragu bersuara jika terjadi penyimpangan.








Komentar