Mahasiswa Ingatkan untuk Waspadai Intervensi Asing Demi Wujudkan Pemilu 2024 Aman Damai

Berita Utama260 views

JAKARTA – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Lingkar Mahasiswa Jakarta Raya (LIMAJAYA) menyelenggarakan Talkshow Mahasiswa Bersuara dengan tema “Tolak Intervensi Asing Pada Pemilu 2024” dalam rangka menyikapi persoalan kondisi mahasiswa Indonesia saat ini yang cenderung melakukan gerakan tanpa melalukan ketajaman analisa.

Hal tersebut cenderung di manfaatkan sebagai alat politik oleh sekelompok orang yang mempunyai kecenderungan membawa kepentingan asing, acara ini terselenggara di Cafe Kopi Sultan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jakarta 13/2/2024.

Farid Sudrajat selaku Kordinator Lingkar Mahasiswa Jakarta Raya (LIMAJAYA) mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mendistribusikan pemahaman kepada masyarakat dan mahasiswa untuk berpikir secara rasional akan setiap gerakan pada pola kenaikan isu yang sangat signifikan menjelang Pemilu 2024, sehingga tercermin bahwa gerakan mahasiswa secara tidak sadar dimanfaatkan oleh sekelompok orang yang mempunyai kepentingan dan berafiliasi pada kepentingan asing terhadap Indonesia.

“Intervensi asing dalam aksi protes domestik dapat membawa berbagai dampak, baik positif maupun negatif. Di satu sisi, intervensi asing dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat internasional terhadap situasi di suatu negara dan memberikan tekanan kepada pemerintah untuk melakukan reformasi,” ucapnya.

Kemudian, di sisi lain, intervensi asing juga dapat memperkeruh situasi politik dan mempersulit penyelesaian masalah secara internal. Hal ini dapat memicu polarisasi dan konflik di masyarakat, serta melemahkan kedaulatan negara.

Dalam kesempatan yang sama, Pier Lailossa Presiden Mahasiswa UNKRIS mengatakan ini bukan menjadi hal yang baru bila negara asing melakukan intervensi kepada negara lain. Ada contoh di Dunia terhadap intervensi negara kepada negara lain yaitu china kepada Taiwan dan Rusia terhadap Latvia dan masih banyak contoh lainnya.

“Maka bila melihat dari sisi dampak, perlu adanya upaya pada setiap warga negara dan pemerintah untuk mengawasi gerak gerik dari negara asing secara langsung atau secara tidak langsung dengan melalui organisasi yang berafiliasi kepada negara asing tersebut. Menjadi menarik ketika saya melihat kenaikan signifikan akan isu yang dibawa mahasiwa dengan isu pemakzulan,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sangat diperlukan kepandaian bagi para mahasiwa untuk menerima informasi dan mempertajam kajiannya sebelum terlibat pada gerakan. Mahasiswa seharusnya mengawal isu pemilu yang damai dan jujur dan adil serta transparan bukan dalam memainkan isu pemakzulan menjelang pemilihan umum.

“Maka perlunya kemunculan gerakan atau aktor mahasiswa yang membawa ketegasan dalam berdiri atas keilmuan dan kajiannya dengan sprektum lebih luas. Sehingga peran mahasiswa secara nyata terlihat dalam memberikan sumbangsih ide dan pikiran untuk kemajuan bangsa Indonesia ke depannya,” tegasnya.

Kemudian, Roberto Vaildo Presiden Mahasiwa UKI mengatakan, sangat disayangkan mahasiswa bergerak dengan membawa isu pemakzulan. Senyatanya mahasiswa lebih mengetahui tata cara atau alur pengangkatan dan pemberhentian presiden secara konstitusional bukan malah melakukan framing dengan isu pemakzulan. Seharusnya mahasiswa mengawal demokrasi berjalan lancar bukan terpengaruh akan isu yang dimainkan oleh kelompok tertentu.

“Kami melakukan pengamatan terhadap pemilu negara-negara yang ada di Asia-Pasifik seperti Hongkong dan Thailand. Indonesia merupakan negara yang sangat penting bagi negara asing sehingga kuasa atas Indonesia sangat di perlukan untuk memperkuat posisi negara asing tersebut di kawasan Asia-Pasifik. Isu pemakzulan perlu di diamati secara rinci karna tensinya naik secara signifikan dan ini bukan dalam gaya dari gerakan mahasiswa. Maka saya mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga pemilu ini berjalan baik dan lancar tanpa gangguan,” katanya.

Mahasiswa yang tergabung di LIMAJAYA (Lingkar Mahasiswa Jakarta Raya), mengamati dan menela’ah polemik yang terjadi pada bangsa Indonesia terutama pada polarisasi gerakan menjelang Pemilu 2024 pada 14 Februari yang cenderung berkurangmya ketajaman dalam melakukan kajian, sangat disayangkan dan penuh rasa prihatin terhadap teman-teman kami mahasiswa yang melakukan gerakan sosial pada tanggal 07 dan 12 Februari membawa yang membawa isu pemakzulan presiden RI.

Kami merasa bahwa isu ini tidak hadir pada suatu pusaran pikiran setiap mahasiwa Indonesia melaikan adanya penggiringan pemikiran dan isu titipan pada gerakan tersebut. Kami juga mengajak kawan-kawan Mahasiwa tersebut untuk memperluas sprektum pemikiran dalam sudut pandang pentingnya Indonesia sebagai suatu negara terhadap tatanan geopolitik dunia. Menjadi suatu pandangan atau acuan intervensi atau kepentingan asing terhadap suatu negara yang berdampak pada ekonomi, sosial politik dan kesejahteraan suatu negara tersebut.

Adapun beberapa hal yang menurut kami menjadi latar belakang pentingnya pemilu Indonesia bagi negara luar.

1. Pasca kekalahan China pada pemilu raya Taiwan berdampak pada meningkatnya ketegangan pada selat Taiwan, sehingga menimbulkan ketegangan pada kawasan laut Cina selatan dengan keikutsertaan AS pada kemandirian bernegara di Taiwan. Terganggunya Supplay change dunia terhadap ChipSemikonduktor

2. Berkepanjangannya tensi politik pada domestik pemerintahan Thailand yang berjuang pada status quo pemerintahan Thailand pasca terpilih nya Pita Limjaroenrat Pada pemilu raya. Hal ini bukan semata tentang suatu pasal yang di tolak, akan tetapi adanya kepentingan negara luar terhadap Thailand pada mega Project pembangunan kanal kra yang merupakan investasi dari china. Hal tersebut, untuk tetap menjadikan Singapura sebagai negara transit perdagangan komuditi dunia.

3. Meningkatnya tensi politik pada semenanjung laut merah menjadikan selat malaka mempunyai peran penting terhadap jalur distribusi pangan dan energi. Dimana Indonesia mempunyai peran penting terhadap selat malaka. Indonesia menjadi negara yang mempunyai pengaruh terhadap jalur peredaran komuditi dunia dimana sebanyak 40% perdagangan dunia melewati Indonesia. Bukan hanya jalur peradangan dunia yang mencapai 40%, melainkan perubahan atau evaluasi kebijakan hilirasi sumber daya alam Indonesia.

Maka kami menilai persoalan tersebut penting sehingga kami berkumpul dan memberi sudut pandang baru serta mengajak mahasiwa untuk memiliki sprektum berpikir yang luas serta mengajak untuk;

1. Menolak Intervensi Asing menjelang Pemilu 2024 karena kedaulatan dan keamanan negara diatas kepentingan apapun.

2. Mengajak mahasiswa untuk terlibat serta mengawal pesta demokrasi yang jujur dan kredibel.

3. Memberikan pendidikan politik kepada masyarakat untuk memahami sistem demokrasi dan pentingnya menjaga persatuan bangsa.

Komentar