Kompak Dukung Pilpres 2024 Kondusif, NU & Muhammadiyah : Terima Apapun Hasilnya

Berita Utama234 views

Jakarta – Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, berharap Pilpres 2024 tetap kondusif hingga prosesnya selesai. Kedua ormas Islam besar di Indonesia itu juga berharap pilpres kali ini berlangsung jujur, adil dan transparan.

“Kami gembira kampanye berjalan lancar, tak ada insiden yang mengganggu proses politik ini. Harapan kita tetap lancar sampai seluruh tahapan selesai, apa pun hasilnya kita terima,” kata Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf, dilansir Antara, Jumat (9/2/2024).

Gus Ipul, sapaan akrabnya, tidak memungkiri bahwa suhu politik memanas selama proses pilpres ini berjalan. Meski demikian, menurutnya semua pihak bisa menempatkan diri dengan baik. Gus Ipul mengatakan pemilihan presiden adalah proses yang harus dijalani sebagai bagian dari demokrasi.

“Pemilu ini adalah proses yang harus kita lewati. Setelah itu kita bersatu kembali, mencari cara supaya kita bisa menata masa depan bangsa yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan semua pihak harus menerima apa pun hasil pemilihan presiden sebagai hasil pilihan rakyat dan wujud kedaulatan rakyat. Dia berpesan kepada yang nantinya menang dan kalah agar bisa menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Yang menang jangan jumawa, yang kalah legawa, setelah pemilu kembali bersatu,” katanya.

Menurut Mu’ti, akan bagus bila setelah pemilihan presiden ada proses rekonsiliasi dan akomodasi sehingga tidak ada istilah the winner takes it all. Yang menang mengambil semuanya, sementara yang kalah disingkirkan.

“Saya kira itu bukan bagian dari karakter dan sistem politik kita. Kita tidak mengenal pemerintah yang berkuasa dan partai yang oposisi. Semua adalah bagian dari pilar demokrasi Indonesia,” ujarnya.

Gus Ipul dan Abdul Mu’ti berharap tidak ada pihak yang mengerahkan massa manakala terjadi perselisihan hasil pemilihan presiden dan menyerahkannya pada mekanisme hukum.

Komentar