Baznas Surakarta: Salurkan Donasi Palestina Melalui Lembaga Resmi agar Tepat Sasaran

Nasional663 views

Solo – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Surakarta menggelar acara Forum Group Discussion (FGD) di Aula Kantor Kemenag Kota Surakarta, Jawa Tengah, dalam rangka menyikapi maraknya aksi solidaritas Palestina dan juga Penggalangan dana dengan mengangkat tema “Merawat Kebhinekaan Melalui Solidaritas Palestina Guna Mencegah Potensi Disintegrasi Bangsa”, Jum’at (1/12/2023).

Menurut keterangan Ketua GP Anshor Kota Surakarta, H Arif Syarifuddin yang juga selaku Ketua Panitia penyelenggara mengatakan, Acara yang diselenggarakan mulai Ba’da Shalat Jum’at tersebut dihadiri oleh puluhan peserta perwakilan dari Ormas Islam, Komunitas Lintas Agama dan juga Organisasi Kepemudaan (OKP) di wilayah Solo Raya.

Adapun narasumber dalam acara FGD tersebut, yaitu Dr. H. Hidayat Maskur, S.Ag, M.S.I selaku Kepala Kementerian Agama Kota Surakarta, KH. Abdul Aziz Ahmad selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surakarta dan Bambang Mintosih, M.Si selaku Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Baznas Kota Surakarta.

Dr. H. Hidayat Maskur, S.Ag, M.S.I mengatakan bahwa Konflik yang terjadi di Palestina bukan perang agama melainkan kejahatan kemanusian, bahkan berbagai macam bantuan tidak mudah untuk masuk ke wilayah Palestina. Selaku Kepala Kemenag Kota Surakarta, juga memberikan himbauan bahwa Sebagai bangsa yang berdaulat kita tidak perlu mengirimkan pasukan ataupun laskar untuk ikut berperang di Palestina.

“Kita hanya perlu memberikan bantuan kemanusiaan melalui lembaga-lembaga yang telah ditunjuk oleh pemerintah seperti BAZNAS, maupun melakukan do’a bersama agar konflik di Gaza segera berakhir dengan damai.“ himbaunya.

Selain itu, KH. Abdul Aziz Ahmad selaku Ketua MUI Kota Surakarta, juga menyampaikan bahwa banyak nyawa masyarakat sipil yang menjadi korban akibat Ageesi Israel ke Palestina, itu merupakan kejahatan kemanusiaan dan harus segera dihentikan.

“Agresi Israel ke Palestina bukanlah konflik agama, tetapi konflik politik dan perebutan wilayah yang akan dijadikan tanah air mereka, sehingga tidak perlu dibesar-besarkan dengan membawa isu-isu sentiment agama yang justru dapat menyebabkan terjadinya disintegrasi bangsa di negara kita.“ ungkapnya.

“Yang perlu kita lakukan adalah memberikan bantuan kepada masyarakat Palestina yang terdampak dari konflik tersebut sebagai bentuk prinsip kemanusiaan dan persaudaraan. Nyawa, harta, kehormatan manusia itu harus dijaga dan dilindungi dan itu tugas kita semuanya sebagai sesama manusia.” ujarnya.

Bambang Mintosih, M.Si selaku Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Surakarta, menyampaikan bahwa terkait aksi solidaritas Palestina, BAZNAS memiliki program “Basuh Luka Palestina”, dan dalam penyaluran dana bantuan Baznas memiliki 3 Prinsip, yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI. Akan tetapi dalam pendistribusian bantuan yang dilakukan oleh BAZNAS mengalami kendala dan proses yang cukup sulit karena tidak bisa langsung menuju Palestina, tetapi harus mendapat ijin dari otoritas pemerintah Mesir terlebih dahulu, terlebih jika dilakukan oleh lembaga yang tidak jelas legalitasnya.

“Alhamdulilah, bantuan tahap pertama yaitu sekitar 80 ton bantuan telah didistribusikan melalui jalur laut dan telah sampai di Palestina.“ ungkapnya.

“BAZNAS juga akan mengirimkan bantuan pada tahap kedua pada masa pemulihan untuk membangkitkan kembali mental warga Palestina, serta tahap ketiga untuk membantu pembangunan infrastuktur.” jelasnya.

Bambang Mintosih juga menghimbau masyarakat agar dalam menyalurkan donasi solidaritas Palestina disalurkan melalui lembaga resmi pemerintah agar dapat tersalurkan secara tepat dan tidak dimanfaatkan maupun disalahgunkan pihak tertentu untuk mendukung tindakan melanggar hukum.

Komentar