oleh

Dibawah KAPOLRI Jendral Listyo Sigit #percumalaporpolisi Tidak Berlaku

Bareskrim Polri langsung melakukan penetapan tersangka dan penahanan terhadap mantan politisi Partai Demokrat, Fedinand Hutahaean, terkait kasus cuitan bermuatan SARA. Penahanan ini dilakukan setelah polisi melakukan pemeriksaan selama sekitar 11 jam dan menetapkan Ferdinand menjadi tersangka.

” penangkapan ferdinan ini menjadi bukti, bahwa polisi tidak pandang bulu terkait pemberantasan kejahatan yang ada di negara ini, maka #percumalaporpolisi tidak berlaku di bawah ke pemimpinan Jendral Listio Sigit dan kami mengapresiasi itu”. Kata Hengky Primana Founder Activist Millenial Institute

Sebagai informasi, dalam akun Twitternya @FerdinandHaean3, Ferdinand sempat melontarkan ucapan “Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela”.Ferdinand kemudian mengklarifikasi bahwa cuitan kontroversialnya itu tak sedang menyasar kelompok atau agama tertentu. Cuitan itu, kata dia, berdasarkan dialog imajiner antara hati dan pikirannya saat kondisinya tengah lemah.

Terkait kasus ini, Ferdinand dijerat Pasal 45 (a) ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 tentang Undang-Undang 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Subsider Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 KUHP.
Sebelum penangkapan Ferdinan Hutahaean, kepolisian juga melakukan penahan terhadap Habib Bahar bin Smith di kota bandung, Senin (3/1/2022) dengan kasus penyebaran berita bohong.

“Selama ini masyarakat selalu di giring opini bahwa Polisi hanya menindak mereka yang kontra pemerintah, dengan adanya penagkapan ferdinan yang kami nilai sebagai orang yang pro pemerintah membuktikan bahwa kepolisian dibawah tangan dingin Jendral Listyo Sigit sekarang terbukti sangat adil dalam menindak lanjuti laporan-laporan Masyarakat yang masuk” kata hengky.

Jenderal Listyo sigit juga selalu menekankan kepada personel polri untuk tidak anti kritik selalu sedia berbenah sebagai sebuah institusi, untuk menjadi institusi yang lebih baik, personel polri harus sedia jadi tauladan dalam kehidupan bermasyarakat. Tentunya ini adalah sebuah energi positif yang di berikan kapolri kepada jajaranya, pungkas hengky

Kita harus objektif menilai institusi polri sekarang, banyak trobosan dan inovasi yang telah di buat, Presisi ala kapolri Sigit bukan hanya jargon semata, jadi saya kira tagar #percumalaporpolisi tidak berlaku pada kepemimpinan jenderal sigit, respon cepat, prediktif dan humanis adalah ceriminan polisi masa kini, yang baik harus kita dukung, bukan malah turut melemahkan yang telah berbenah atau sedang berbenah. Tutup Hengky

Komentar

News Feed