oleh

Waspada Kelompok Radikal Jelang Nataru, Pemerintah dan Publik Wajib Bersinergi dan Proaktif

Kota Bengkulu – Masifnya upaya kelompok radikal agama dalam menyebarkan pemahaman nya ke masyarakat dengan cara berkamuflase terhadap organ kelompok tertentu yang cenderung lebih tertutup semakin membuat resah masyarakat, terutama bagi masyarakat awam yang tidak memiliki ilmu keagamaan dan wawasan kebangsaan yang cukup kuat.

Bahaya laten dari perubahan pola dalam menyebarkan paham radikal yang berkamuflase di masyarakat tersebut jika tidak di lakukan tindakan yang serius maka lambat laun akan menjadi konflik horizontal antar sesama masyarakat yang berkepanjangan.

Menurut Sardona Siliwangi bahwasanya proses rekrutmen teroris sekarang ini bisa dilakukan tertutup dan juga bisa secara terbuka. Tertutup di jaringannya terbuka di ruang publik seperti sekolah, kampus, dan lain sebagainya dengan contoh Proses enabling environment yaitu menormalisasi hal yang tidak normal dirasa normal.

Lebih lanjut Sardona menjelaskan, Menjelang Nataru semakin banyak isu yang beredar di masyarakat yang bersumber dari media WhatsApp ataupun media online, yang mana isu tersebut digiring untuk saling membenci antar golongan masyarakat pada hal permasalahan nya sudah jelas yaitu berada pada cara menjalankan berdasarkan keyakinan masing masing, namun diangkat sebagai sebuah tema yang kemudian diperdebatkan dengan argument masing masing kelompok ataupun individu.

Sardona mengharapkan kepada pemerintah dan aparatur penegak hukum khususnya di Kota Bengkulu agar selalu proaktif memberikan sosialisasi dan bimbingan ke masyarakat baik secara langsung ataupun melalui media terkait progress penolakan paham radikal di masyarakat, dengan cara adanya pendekatan secara culture ataupun emosional.

Komentar

News Feed