oleh

Puan Bantu Bungkus Nasi dan Hibur Anak Korban Erupsi Gunung Semeru

JAKARTA, Berkeadilan.com – Kehadiran Ketua DPR RI Puan Maharani ke Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, tak hanya untuk meninjau permukiman warga yang hancur akibat erupsi Gunung Semeru. Saat mengunjungi pengungsi, Puan juga menyempatkan ikut menyiapkan makanan bahkan mengajak anak-anak bermain bersama.

Kehadiran Puan di Kecamatan Pronojiwo pada Senin (20/12/2021) diawali dengan melakukan peninjauan Jembatan Gladak Perak yang menjadi akses warga setempat menuju Kota Lumajang. Jembatan tersebut hancur setelah diterpa lahar dingin sehingga membuat akses warga Pronojiwo ke Lumajang terputus.

Puan mendapat penjelasan dari pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenai rencana perbaikan yang akan dilakukan terhadap jalan nasional penghubung Kabupaten Malang dan Lumajang itu. Saat ini, ekskavator terus melakukan pengerukan sisa material erupsi dan awan panas guguran (APG) yang meninggalkan debu tebal di bawah konstruksi jembatan.

Usai meninjau Jembatan Gladak Perak, Puan kemudian meninjau dapur umum yang dikelola oleh Palang Merah Indonesia (PMI) bekerja sama dengan Denbekang V-44-03/Malang. Di lokasi ini, Puan berbincang dengan tim gabungan PMI dan TNI mengenai proses memasak hingga pendistribusikan makanan kepada warga pengungsi.

“Hari ini masak apa? Ini menunya ganti terus ya?” tanya Puan kepada petugas dari PMI dan TNI yang sedang memasak di dapur umum.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu kemudian mengingatkan pentingnya asupan gizi pada makanan bagi warga. Sambil berdialog, Puan pun ikut membantu membungkus porsi makanan untuk pengungsi yang berisi nasi, sayur sop, ayam dan tempe goreng.

“Unsur protein karbohidrat dan serat harus diperhatikan agar makanan yang dikonsumsi masyarakat bergizi baik. Menu yang dibuat beragam untuk pagi, siang, dan malam sudah cukup baik agar masyarakat di pengungsian tidak bosan,” tuturnya.

Setelah memastikan dapur umum telah berjalan optimal, Puan lalu mendatangi SMPN 02 Pronojiwo yang dijadikan salah satu lokasi pengungsian warga. Terdapat 160 warga dari 69 KK yang berada dalam pengungsian tersebut, termasuk 20 lansia dan 45 balita.

Pengungsian di SMPN 02 Pronojiwo juga terbilang unik karena ada 1 ODGJ, 1 difabel, dan 1 pengungsi lansia berusia 105 tahun. Di lokasi ini juga memiliki pusat trauma healing ramah anak.

Puan lalu membagikan paket mainan untuk anak-anak, termasuk bagi balita. Selain itu, ia juga memberikan bantuan berupa paket sembako, selimut, sarung, tas dan perlengkapn alat tulis untuk anak sekolah, serta perlengkapan bagi pengungsi wanita.

“Tahu nggak saya siapa? Siapa yang tahu?” sapa Puan kepada anak-anak pengungsi.

Anak-anak yang tengah mengikuti program trauma healing serentak menjawab ‘tahu’. Puan juga menanyakan mengenai fasilitas yang didapat warga selama berada di tempat pengungsian.

“Bagaimana makanannya di sini cukup nggak? Airnya ada nggak? Bisa mandi? Bisa salat? Apa yang kurang di sini?” ucapnya.

Puan kemudian mengajak anak-anak untuk bernyanyi, agar tetap bergembira meskipun banyak yang kini tak memiliki tempat tinggal akibat rumahnya hancur terkena guguran awan panas. Mereka menyanyikan lagu ‘Anak Kambing Saya’ yang liriknya diubah oleh anak-anak.

“Mana di mana Ibu Puan sayang? Ibu Puanku ada di Pronojiwo. Ibu Puanku~ SAYANG! Ibu Puanku~ SAYANG! Ibu Puanku ada di Pronojiwoo,” demikian kutipan lagu yang dinyanyikan anak-anak korban erupsi Gunung Semeru bersama Puan.

Sementara itu kepada ibu-ibu, mantan Menko PMK ini juga menanyakan apakah mau pindah ke tempat tinggal yang baru dan mereka menjawab dengan semangat bersedia tinggal di lokasi permukiman yang jauh lebih aman. Bahkan salah seorang ibu menyampaikan harapannya untuk bisa direlokasi karena rumahnya berada hanya sekitar 300 meter dari kaki gunung.

“Rumah saya tidak rusak, tapi saya tidak lagi berani tinggal di sana karena khawatir tiba-tiba ada semburan awan panas lagi. Kalau boleh, saya ingin ikut direlokasi saja,” tutur ibu tersebut.

Puan lalu meminta Bupati Lumajang, Thoriqul Haq yang ikut mendampingi ke lokasi pengungsian, untuk menjadikan aspirasi masyarakat sebagai atensi. “Mohon soal relokasi ini ditangani dengan baik ya Pak Bupati,” ungkapnya.

Bupati Lumajang sendiri berharap agar kunjungan Puan ke Pronojiwo dapat memberi dorongan agar cepat diselesaikannya pembangunan infrastruktur yang rusak, khususnya Jembatan Gladak Perak. Di akhir kunjungannya di Pronojiwo, Puan menyalurkan Kartu BPJS Tenaga Kerja Bukan Penerima Upah (BPJS TK BPU) untuk relawan yang membantu penanganan bencana erupsi Gunung Semeru.

Komentar