oleh

TB Hasanuddin: RUU Landas Kontinen Kuatkan Kedaulatan Wilayah Laut Indonesia

JAKARTA, Berkeadilan.com – Pemerintah bersama DPR RI tengah mempercepat pemembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Landas Kontinen. Hal itu dilakukan karena saat ini Indonesia membutuhkan undang-undang yang sesuai dan tepat dengan hukum internasional di laut.

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyebut, RUU Landas Kontingen merupakan koreksi total dari UU Nomor 1 Tahun 1973. Sebab, UU Nomor 1 Tahun 1973 yang merupakan turunan dari Konvensi Hukum Laut Tahun 1958 itu dinilai sudah tidak relevan lagi.

Ia menambahkan, saat ini rezim hukum laut internasional yang diberlakukan adalah Konvensi PBB tentang Hukum Laut tahun 1982 atau United Nation Convention of Law of the Sea (UNCLOS) 1982.

“RUU Landas Kontinen ini diharapkan dapat menjaring atau menjadi turunan dari [Konvensi] Hukum Laut plus dari masalah-masalah yang dipaparkan dalam UNCLOS 82. Sehingga ini sangat strategis untuk kita wujudkan dalam bentuk undang-undang,” ungkap TB Hasanuddin, dalam Focus Group Discussion Potensi Sumber Daya Kelautan Uniba Dan Badan Keahlian DPR RI secara virtual, pada Kamis (9/12/2021).

Ia mengatakan, alasan lain pentingnya RUU Landas Kontinen adalah sebagaj penguatan klaim berdaulat di wilayah laut dalam. Sehingga, upaya klaim atas landas kontinen dapat lebih maksimal.

“Dengan adanya dasar hukum landas kontinen yang baru, maka Indonesia berpeluang mendapatkan keunggulan strategis yang lebih besar terkait landas kontinen sebagai negara kepulauan terbesar di dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut TB Hasanuddin mengatakan, adopsi Konvensi Hukum Laut dan UNCLOS 1982 dalam RUU Landas Kontinen merupakan upaya dalam memberikan ruang bagi pemanfaatan potensi sumber daya alam kelautan secara berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia dan bertanggung jawab atas pelestarian laut.

“Artinya, dengan undang-undang ini, ingin kita mampu memanfaatkan semua potensi di laut sesuai dengan batas-batas yang ditentukan oleh hukum laut internasional, khususnya UNCLOS 82, tetapi juga kami ingin bertanggung jawab atas kelestarian laut yang kita miliki,” tambah dia.

TB Hasanuddin yang juga Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Landas Kontinen menuturkan bahwa pihaknya terbuka atas masukan-masukan untuk menyempurnakan RUU tersebut.

“Mana saja pasal-pasal, ayat-ayat, yang perlu disempurnakan. Kami terbuka dan siap. Dan ini menjadi bagian dari tugas kami mendengarkan aspirasi dari publik, dari masyarakat,” tutupnya.

Komentar

News Feed