oleh

Kapolri Beri Perhatian Khusus pada Lansia, Bumil dan Anak-anak Korban Erupsi Semeru, JARI 98 : Humanis dan Peduli!

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta Ketua Umum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo melihat langsung kondisi korban erupsi Gunung Semeru yang dirawat di RSUD Pasirian Lumajang. Mereka berdua berinteraksi dengan korban dan mendengar langsung proses penanganan dan perawatan dari tim dokter.

Usai melihat secara langsung korban, Sigit menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk memberikan perhatian khusus kepada warga lanjut usia (lansia), ibu hamil dan anak-anak yang menjadi korban bencana alam erupsi Gunung Semeru.

Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) mengapresiasi aksi turun kelapangan secara langsung memantau dampak erupsi Gunung Semeru dan atensinya agar seluruh jajarannya memberikan perhatian khusus kepada warga lansia, ibu hamil dan anak-anak.

“Beliau tidak hanya humanis, tapi memiliki kepekaan kepeduliaan yang tinggi kepada masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru,” tegas Wasekjen JARI 98 Donny Fraga Wijaya, hari ini.

Menurutnya, perintah Kapolri cukup jelas agar anggotanya hadir ditengah-tengah rakyat untuk membantu meringankan beban mereka yang menjadi korban bencana alam erupsi tersebut.

“Semoga kebaikan beliau membantu masyarakat disana, menjadi ladang amal ibadah. Beliau ikhlas melayani masyarakat,” katanya.

Selain itu, lanjut Donny, JARI 98 juga memuji kinerja Polri yang mendapatkan kepercayaan masyarakat meningkat paling tinggi pada tahun 2021. Hal itu berdasarkan hasil survei dari salah satu lembaga survei Indikator Politik Indonesia.

“Tentunya spirit Presisi Jenderal Listyo Sigit sudah cukup nyata dan banyak berbenah korps Bhayangkara. Dan ini adalah buah manisnya, mendapatkan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Donny juga kagum dengan respon dan kepeduliannya terhadap kritik di masyarakat terkait kinerja Polri. Kritikan tersebut dijawab dengan pelayanan prima, seperti yang terjadi baru-baru ini yakni penindakan tegas kepada anak buahnya yang terbukti melanggar.

“Beliau tidak anti kritik, justru dikasih lahan bagi tukang kritik. Dikasih media mural, silahkan mengkritik, dan itu untuk pembenahan dan perubahan besar di tubuh Polri. Sangat positif dan saya apresiasi agar Polri semakin dicintai masyarakat,” tukasnya.

Komentar