oleh

Bahas Dunia Digital, Seminar Merajut Nusantara BAKTI Kominfo Ingatkan Pentingnya Literasi dan Segala Kemudahan

Jakarta – Dalam acara Seminar Merajut Nusantara – BAKTI Kominfo pada tanggal 29 November 2021, anggota DPR RI dari komisi I Bobby A. Rizaldi menyampaikan bahwa dunia digital adalah Suatu sentra ekonomi baru tentunya dengan memahami literasi digital.

“Peluang sangat luas bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia karena semua masyarakat hampir semua menggunakan smart phone untuk hidup sehari-hari. Pertama disisi komersial mulai dari produk barang dan jasa sampai terciptanya profesi-profesi baru sepeti konten kreator, konten administrator, software developer dan banyak lagi yang terkait dengan teknis-teknis digital ekonomi.”

“Selain peluang dibidang ekonomi ruang digital juga memberikan banyak manfaat misalnya untuk meningkatkan pengetahuan kita dapat mempelajari ilmu pengetahuan tanpa ada Batasan waktu dan tempat karena dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun.”

Pada acara tersebut Ketua DPP KNPI Sedek R Bahta memuji langkah Kabinet Indonesia Maju Presiden Jokowi dalam membangun infrastruktur di seluruh Indonesia. Bagi Sadek, slogan Kabinet Indonesia Maju tak hanya slogan tapi sudah berjalan di seluruh Indonesia.

“Kami mengapresiasi kinerja pemerintah, khususnya kinerja Kabinet Indonesia maju, itu tak hanya slogan tapi Jokowi sudah melakukan itu, khususnya di kawasan timur Indonesia,” kata Sedek mewakili Ketua Umum DPP KNPI Noer Fajrieansyah saat mengisi sambutan pada Seminar Merajut Nusantara “Pemuda dan Ruang Digital” di Gedung Graha Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (29/11/2021).
Seminar tersebut dibuka Rektor Institut Bisnis Informatika Kosgoro 1957 (IBI-K57) DR Haswan Yunaz, MM, MSi. Sementara pemateri diisi Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi, Dekan Fisip IBI-K57 Agus Hitopa, Praktisi Bidang Kehumasan dan Komunikasi Publik Freddy Tulung, dan Influencer Aliyah Sayuti.

Menurut Sedek, dengan proses belajar dengan banyak kemudahan yang diperoleh. “Kita diberi kemudahan tapi ada kelemahan dari soal data (bahan kuliah), sehingga kita para mahasiswa malas ke perpustkaan. Untuk itu, jika ingin bersaing, di tengah kemudahan mempereroleh data ini, kita harus menyiapkan diri menghadapi persaingan di dunia global,” terangnya.

“Dengan kemudahan digital memperoleh data dalam proses pendidikan, kita jangan abai melupakan membangun karakter diri sebagai pemuda yang siap bekerja yakni kejujuran dengan integritas tinggi,” sambung Sedek.

“Pandemi Covid-19 ini mengajari kita, bagaimana bersosialisasi dengan cepat dari perubahan-perubahan yang ada. Tak hanya dunia pendidikan tapi juga perubahan di dunia bekerja di kantor juga banyak berubah,” pungkasnya.

Komentar