oleh

Isu Black Campaign Jelang Pemilihan Ketum ORARI, Donny Imam Priambodo : Tak Perlu Ditanggapi

Jakarta – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI) pada 26 – 28 November nanti, serangan black campaign mulai bertebaran di kalangan para anggotanya. Salah satu yang menjadi korban kampanye hitam itu adalah kandidat Calon Ketua Donny Imam Priambodo. Apa saja isu yang menyerang sosok yang mendapat dukungan mayoritas tersebut?

Donny lagi-lagi diserang black campaign menyusul besarnya dukungan untuk maju sebagai Ketua Umum Orari Pusat. Tanda panggilan YB0DX miliknya disebut-sebut sudah pernah dimiliki orang lain.

Bagi Donny sendiri, black campaign yang menyerangnya dianggap angin lalu belaka. Bukan tanpa alasan karena serangan pihak lawan itu menunjukkan jika mereka kehabisan akal atas dukungan mayoritas anggota kepadanya.

“Buat apa ditanggapi? Itu mungkin kan serangan pendukung kandidat lainnya yang kuatir dengan banyaknya dukungan pada kita,” ujarnya.

Bagi Donny, Bowo bertanda panggil YB10Z dan Jefri dengan callsign YC0LOU memang mungkin diminta pendukung rivalnya untuk mendowngrade dirinya. Akan menguras tenaga dan pikiran jika ia harus meladeni isu tersebut.

“Orang gak jelas itu. Dia dipakai untuk menyerang saya. Lebih baik saya menyebarkan hal-hal positif untuk organisasi,” katanya.

Pernyataannya juga hanya di media tertentu yang tidak jelas keabsahannya. Lain halnya jika pernyataan itu diekspose di banyak media mainstream.

“Polanya bisa terbaca, dikirim ke media apa itu, gak jelas. Juga pernah berita-berita lama, dinaikkan lagi, padahal sudah diklarifikasi, masih dishare ulang. Kalau nggak, dimodifikasi ulang jadi seolah-olah berita baru,” ungkap Donny.

Sebelumnya, Donny juga sudah menjawab isu tersebut jauh hari sebelumnya. Melalui konten youtube Yusuf Budiyanto, dirinya menyebut jika Ijin Amatir Radio (IAR) yang sudah lama nonaktif bisa diaktifkan kembali.

“Bisa dilakukan ujian ulang dengan rekomendasi Orari Daerah (Orda). Lalu nanti harus mengikuti ujian ulang. Tapi tidak harus kembali ujian dari awal. Masak misalnya sudah SMA trus harus ujian lagi setingkat SD. Kan lucu,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Anton, ketua Orari Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurutnya, call sign yang sudah lama tidak digunakan memang bisa diaktifkan kembali dan dipakai orang lain.
Bisa jadi si pemilik tanda panggil sebelumnya meninggal dunia atau tidak memperpanjang ijinnya.

“Mengenai callsign jika sudah tidak dipakai, mungkin karena meninggal atau tidak memperpanjang, maka bisa digunakan orang lain,” katanya yang dihubungi melalui Whatsapp.

Dirinya menjelaskan, penggunaan call sign yang sudah tidak diaktifkan lagi bisa melalui beberapa cara. Anggota yang ingin menggunakan tanda panggil itu bisa menghubungi Orari Pusat yang akan merekomendasikannya ke Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

“Pengajuan atau permohonan ke ORPUS dan diteruskan ke SDPPI,” ungkapnya.

Ida Bagus Gde Arnawa, Ketua Orda Bali menyebut, isu yang sengaja dihembuskan kandidat lainnya itu dirasa tidak fair. Karena Donny selama ini tidak pernah melakukan black campaign kepada lawannya. Dirinya juga kerap mengkampanyekan hal-hal yang positif untuk organisasi.
” Itu Ijin sudah keluar dari SDPPI dan sudah sebagai Anggota Amatir Radio dengan memiliki KTA. Apalagi yang ditanyakan?” sanggahnya terhadap isu tersebut.

Sebelumnya, Donny memang kerap diserang isu-isu negatif yang dilancarkan lawannya. Dari isu keterlibatannya di kasus korupsi sampai hal-hal yang berbau politis menjelang pemilihan ketua umum Orari periode 2021-2026 mendatang. Tentu saja hal tersebut tak lepas dari dukungan mayoritas anggota Orari Daerah atas visi misinya untuk perubahan organisasi yang lebih baik ke depan. Dukungan untuk pengusaha tersebut hingga hari ini terus berdatangan dari ORDA-ORDA lainnya.

Komentar