oleh

Kasus Bumiputera, Pengamat: OJK Tidak Paham Utang dan Nilai Pertanggungan

Berkeadilan.com – Pengamat Kebijakan Asuransi Irvan Rahardjo mengatakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan kesalahan dalam memberikan keterangan mengenai nilai utang, yang seharusnya adalah nilai polis.

“Dan di sini menunjukkan betapa mereka (OJK) pun tidak paham, apa itu yang disebut dengan utang maupun nilai pertanggungan,” ungkap Irvan, saat menjadi narasumber talkshow BoengKar Insight SultanTv yang dipandu pengamat politik Karyono Wibowo, pada Senin (11/10/2021).

Sebelumnya diberitakan, OJK menyebut bahwa liabilitas Bumiputera sebesar Rp60 triliun, yang sebenarnya adalah nilai polis keseluruhan, termasuk nilai polis yang sudah jatuh tempo dan yang belum jatuh tempo. Utang kepada pemegang polis sebenarnya adalah Rp32 triliun. Utang ini adalah nilai polis yang sudah jatuh tempo, yang seharusnya sudah dibayarkan oleh Bumiputera.

Irvan merasa prihatin, meskipun OJK memiliki kewenangan untuk membentuk pengelola statuter, artinya dia bisa menunjuk manajemen sementara berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2011,

Disampaikannya, OJK memiliki kewenangan untuk membentuk pengelola statuter berdasarkan UU No. 12 Tahun 2011, yang artinya mereka bisa menunjuk manajemen sementara. Namun, OJK terkesan tidak ingin melakukan hal itu karena mereka sudah pernah melakukannya, tetapi gagal.

“Yang terakhir, mereka sebetulnya bisa menunjuk BPA, tetapi mereka menyerahkannya kepada pemegang polis,” imbuhnya.

Melihat hal itu, Irvan menilai, sikap OJK seperti ‘melempar batu sembunyi tangan’. Selain tidak ada dalam pranata hukum, regulator juga tidak menunjukkan affirmative action untuk membela satu-satunya bentuk usaha bersama tersebut. []

Komentar

News Feed