oleh

Perwakilan Masyarakat Sipil dan Aktivis Bantu Negara Berantas Pinjol Ilegal

Jakarta, Berkeadilan.com — Maraknya kehadiran Pinjaman Online Ilegal (Pinjol Ilegal) yang meresahkan masyarakat, membuat perwakilan kelompok masyarakat sipil dan aktivis bergerak untuk membantu negara memberantas pinjol ilegal.

Pergerakan konkrit tersebut telah dimulai pada hari Jumat, 24 September 2021 kemarin dengan menemui Kapolri yang diwakilkan oleh Kabareskrim Polri, Komjen Pol, Drs.Agus Andrianto, SH, MH dan didampingi Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Brigjen Pol Helmy Santika.

Yudi Syamhudi Suyuti, Nelly Siringo Ringo, Effendi Saman SH dan Harsta Mashirul merupakan perwakilan kelompok masyarakat sipil dan aktivis yang berjuang untuk kepentingan korban pinjol ilegal. Pinjol Ilegal telah banyak merugikan rakyat dan negara.

“Pertemuan dengan Pimpinan Polri ini merupakan pertemuan pertama dari 5 Lembaga / Kementerian penanda tangan SKB (Surat Keputusan Bersama) yang telah kami agendakan dalam upaya membantu Negara memberantas pinjol ilegal”, ujar Yudi Syamhudi Suyuti yang merupakan koordinator perwakilan kelompok masyarakat sipil dan aktivis.

“Setelah Polri, kami juga akan menemui institusi lain terkait yang telah menanda tangani SKB”, tegas Yudi.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyambut kami sangat baik dan begitu antusias untuk terus menindak pelaku kejahatan pinjol ilegal sebagai upaya penegakan hukum di Indonesia.

Beliau juga menyampaikan, meskipun sampai saat ini, Kepolisian telah menangani 250 kasus pinjol ilegal, namun akan terus memberantas keberadaan pinjol ilegal ini sampai benar-benar tidak ada lagi.

Yudi Syamhudi Suyuti yang merupakan aktivis kemanusiaan ini yakin bahwa kerjasama antara Kepolisian dan Aktivis untuk memberantas pinjol ilegal ini akan menghasilkan output yang sangat besar dalam menghentikan operasi bisnis kriminal yang menindas hingga membunuh rakyat.

“Rakyat dan Negara sedang melawan pinjol ilegal saat ini”, ujarnya menutup pembicaraan. (Ril)

Komentar

News Feed