oleh

Pengguna Internet di Indonesia Capai 202 Juta, BSSN Waspadai Serangan Siber

JAKARTA, Berkeadilan.com – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bersama Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar seminar daring Segoro Amarto Gaman Siber (Semangat Gotong Royong Agawe Majune Ngayogyokarto Kanthi Hanjogo Keamanan Siber) bertemakan ‘Perangi Hoaks Mulai Dari Gawaimu’, pada rabu (25/8).

Kegiatan ini diadakan untuk menanggapi permasalahan yang muncul ketika sebagian masyarakat tidak memahami atau bahkan tidak peduli dengan informasi yang masuk melalui gawainya. Berbagai hoaks marak bertebaran melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat.

Sekretaris Utama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Syahrul Mubarak memaparkan data bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 202 juta, sekitar 60% dari jumlah penduduk Indonesia.

Selain itu, pengguna sosial media di Indonesia mencapai 170 Juta pengguna. Sedangkan pengguna smartphone mencapai 345 juta, lebih banyak dari jumlah penduduk indonesia.

Hal itu, dikatakan Syahrul, berbanding lurus dengan risiko ancaman serangan siber yang makin meningkat.

“Semakin orang banyak menggunakan sarana teknologi informasi atau internet, itu berbanding lurus dengan ancaman yang semakin meningkat. Resikonya juga semakin meningkat,” ungkap Syahrul Mubarak, saat menghadiri kegiatan ‘Segoro Amarto Gaman Siber’, di Aula Bima, Diskominfosan Pemkot Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Rabu (25/8).

Beberapa risiko serangan siber yang perlu diwaspadai oleh masyarakat di antaranya ancaman serangan yang bersifat teknis seperti malware dan web defacement, serta serangan-serangan lain yang bersifat sosial.

Seminar daring Gaman Siber ini merupakan salah satu bentuk sharing knowledge atau transfer knowledge yang memungkinkan peserta untuk berinteraksi dengan narasumber dan pakar yang berkompeten di bidang literasi keamanan siber, terutama berkaitan dengan hoaks, konten negatif, dan sejenisnya.

Masyarakat yang kesehariannya tidak jauh dari gadget dapat menggali informasi bagaimana bersikap bijak dalam berinteraksi secara daring, menyaring informasi, mendeteksi hoaks, serta tips yang mampu mendorong aktivitas daring positif dan lainnya.

Hal ini sejalan dengan semangat Pemkot Yogyakarta dalam membangun budaya gotong royong yang diharapkan mampu membawa ranah siber ke arah yang lebih baik, serta sebagai upaya dalam memerangi hoaks yang kian bertebaran di masyarakat.

Hal serupa juga diungkapkan Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi, bahwa semboyan Kota Yogyakarta yaitu Segoro Amarto (Semangat Gotong Royong Agawe Majune Ngayogyokarto) yang dipadukan dengan Gaman (dalam bahasa Jawa bermakna senjata) dapat diimplementasikan dalam bentuk semangat bersama-sama untuk menjaga keamanan siber, di mana tren komunikasi sekarang sudah beralih di ranah siber.

Kegiatan seminar #GamanSiber ini diharapkan dapat memberikan literasi dan membangun budaya kepedulian masyarakat tentang bagaimana bersikap dan berinteraksi secara daring, yaitu “saring sebelum sharing”.

Selanjutnya diharapkan muncul etika dan perilaku bijak terutama di kalangan generasi muda dalam berselancar di ruang siber sesuai tagar

Komentar

News Feed