oleh

Keluh Kesah Mahasiswa UI, Kampusku Jadi Sarang Tarbiyah

“Kampusku Menjadi Sarang Tarbiyah”, setidaknya itu yang dikeluhkan oleh Zaldi, mahasiswa MIPA Universitas Indonesia (UI) yang menilai pihak rektorat tidak serius dalam memutus rantai pergerakan tarbiyah di UI. Zaldi adalah mahasiwa UI yang mengkritik saat Presma UI Leon Alvinda Putra mengkritik Jokowi dengan membuat Postingan melalui akun Twitternya @BEMUI.Official Presiden Joko Widodo sebagai The King of Lip Service. Zaldi beranggapan bahwa itu hanya kritik untuk mencari sensasi, tidak sepantasnya juga mahasiswa UI membuat kritikan seperti itu. Setelah ditelusuri ternyata Leon adalah didikan dari Rumah Kepemimpinan (RK) Lenteng Agung, “cukup disayangkan bahwa Presma UI selalu berasal dari RK, jelas pihak rektorat tidak serius ini dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap Presma UI. Percuma ada Presma tapi tidak mewakili suara keseluruhan mahasiswa UI”, keluh Zaldi kepada awak media.

Dari situ dia menilai masih kuatnya kelompok tarbiyah di UI yang terus merekrut mahasiswa berprestasi UI yang kurang pemahaman islamnya. Dengan menggunakan potongan ayat atau dalil para kader tarbiyah ini mampu mempengaruhi adik-adik mahasiswa yang berniat kuliah di UI.

Sebagai kampus negeri nomor 1 di Indonesia, Universitas Indonesia adalah barometer pergerakan mashasiswa. Intelektualitas mahasiswa UI dan kematangan pemahaman dalam berorganisasi dan berpolitik menjadi tidak murni lagi saat RK muncul. Bagaimana tidak, Presiden Mahasiswa UI yang selama ini aktif mengkritik pemerintah selama ini semuanya adalah anak didikan dari RK, sebut saja Leon Alvinda Putra Ketua BEM UI periode 2021 yang telah membuat Postingan melalui akun Twitternya @BEMUI.Official Presiden Joko Widodo sebagai The King of Lip Service, Fajar Adi Nugroho, Ketua BEM UI 2020 yang menilai Jokowi arogan karena membubarkan FPI, Manik hingga Zaadit Taqwa yang melayangkan kartu kuning ke Jokowi saat dies natalis UI.

Tarniyah dan Ikhwanul Muslimin jelas pola dan ideologi salah satu partai besar di Indonesia. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa UI hanya mencetak kader-kader partai itu saja, dan itu tidak baik untuk iklim politik di Indonesia. “Pergerakan Tarbiyah dan RK adalah merusak mahasiswa, merusak ideologi mahasiswa dan merusak masa depan mahasiswa”, tegas Zaldi kepada awak media.

 

Komentar

News Feed