oleh

Hasby Anshory : Politik Medsos Berdampak Mendorong Munculnya Gerakan Sosial Dan Partisipasi Demokrasi

NASIONAL – Anggota Komisi I DPR RI Hasby Anshory, SE., MM mengungkapkan bahwa saat ini jumlah penduduk indonesia yang mencapai 272,1 juta, tercatat pengguna handphone ada 338,2 juta dan pengguna internet 175,4 juta, serta pengguna sosial media 160 juta. Rata-rata setiap hari penggunaan internet di indonesia melalui perangkat apapun 7 jam 59 menit, dan rata-rata penggunaan media sosial di indonesia melalui perangkat apapun selama 3 jam 26 menit. Berdasarkan data tersebut jika media sosial dijadikan media dalam kampanye dalam politik akan lebih efisien.

Hal tersebut disampaikan Hasby Anshory dalam acara Seminar Merajut Nusantara yang dilaksanakan oleh DPR bekerjasama dengan BAKTI Kominfo dengan tema “Pemanfaatan Media Sosial untuk Kampanye Politik Digital” yang dilakukan secara live melalui Zoom Cloud Meeting dan live channel youtube Swara Senayan di Jakarta pada Rabu (21 /7/2021).

Dalam pemilu tahun 2014 dan 2019 di indonesia polarisasi akibat pemilihan presiden sangat tajam. Dimana pasukan cyber kedua tim secara aktif menajamkannya dengan menjadikannya identitas politik melalui berbagai strategi termasuk perang tagar. Hasby Anshory juga mengingatkan manfaat yang bisa didapatkan dengan menguasai media sosial.

“Jika kita bisa menguasai media sosial ini maka biaya politik ini akan lebih efisien dan murah. Adapun dampak politik media sosial, antara lain mendorong munculnya gerakan sosial dan partisipasi demokrasi, konsepsi ruang publik dalam media sosial di mana kekuasaan dan kebebasan muncul tanpa hambatan, dan media sosial menjadi wilayah netral dimana negara tidak dapat muncul dalam bentuk represifnya,” ujar Hasby Anshory.

Narasumber yang kedua, yaitu Yuliandre Darwis, Ph.D selaku Ketua Dewan Pakar ISKI menyampaikan bahwa jumlah desa atau kelurahan di Indonesia sebanyak 83.218, sedangkan hanya 70.670 desa atau kelurahan yang tercakup layanan 4G, sedangkan sisanya 12.548 desa atau kelurahan belum tercakup layanan 4G. Jumlah pengguna internet pada tahun 2021 mencapai 202,6 juta jiwa lebih besar dari tahun lalu. Kondisi ini terjadi karena pandemi yang akhirnya pemerintah melakukan percepatan pembangunan insfrastruktur guna memudahkan masyarakat.

“Data trend penggunaan perangkat internet tahun 2021 antara lain, mobile phone 52%, Laptop/Desktop 43%, Tablet 4%, other devices 0.14%, yang paling menarik adalah platform youtube menjadi platform nomor 1 media sosial di indonesia. Oleh karena itu dapat disimpulkan terjadi perubahan perilaku pada masyarakat yang sudah beralih ke media yang visual,” ujar Yuliandre Darwis.

Diakhir pemaparan beliau membahas Post truth yang merupakan pergeseran kondisi sosial spesifik dimana masyarakat lebih mencari pembenaran daripada kebenaran.

“Opini yang tidak jelas rimbanya saat ini akan dapat menjadi fakta atau sering disebut sebagai hoax, oleh karena itu situasi seperti ini yang menjadi kelemahan kampanye di media sosial. Maka dari itu kita harus cerdas dalam menggunakan media sosial,” pesan Yuliandre Darwis.

Narasumber berikutnya yaitu Dr. Arfa’i, S.H., MH selaku Akademisi Universitas Jambi menyampaikan bahwa dalam praktek kampanye politik di media sosial ini bersifat long time, di mana seseorang berkomunikasi menyampaikan informasi-informasi kepada masyarakat.

“Bukan hanya dalam konteks pemilu, kampanye juga dapat memberikan pengaruh kepada masyarakat melalui edukasi berbagai hal. Dalam prakteknya sering ditemukan sifat kampanye di media sosial, diantaranya kampanye negatif dimana menyerang pihak lawan dengan sejumlah data dan fakta yang bisa diverifikasi dan perdebatkan, selanjutnya kampanye hitam yaitu kampanye yang bersifat buruk dengan cara menjatuhkan lawan politik untuk mendapatkan keuntungan,” papar Arfa’i.

Perilaku kampanye politik dalam masyarakat Indonesia telah bergeser dari ppla konvensional menjadi media sosial, sehingga diperlukan penataan ke depannya agar dalam pemanfaatan media sosial digunakan untuk kampanye politik yang baik.

“Kampanye politik di Indonesia telah bergeser dari bentuk konvensional menjadi media sosial, hal ini terjadi karena pengguna media sosial yang terus berkembang di semua kalangan, jaringan internet terus dibangun, harga handphone terjangkau oleh konsumen, dan adanya Covid-19 menuntut orang untuk memiliki handphone yang bisa mengakses internet dan media sosial. Oleh karena itu perlu dilakukan penataan agar menjadi kampanye politik digital yang baik,” jelas Arfa’i.

Setelah pemaparan materi, acara seminar dilanjutkan dengan sesi pemberian closing statement. Yang pertama menyampaikan adalah Dr. Arfa’i, S.H., MH, beliau menyampaikan terbukanya ruang untuk memanfaatkan teknologi dalam bidang politik.

“Sesungguhnya negara kita telah memberikan ruang untuk memanfaatkan teknologi termasuk media sosial termasuk dalam hal politik. UUD memiliki batasan dalam menggunakan media sosial agar kita tidak terjebak hoax, bagus atau tidaknya media sosial ini tergantung pada diri kita. Karena hoaks akan berhenti jika kita bersikap teliti dan hati-hati,” pungkas Arfa’i.

Selanjutnya closing statement kedua disampaikan oleh Yuliandre Darwis, Ph.D, beliau menghimbau agar masyarakat menjadi konten kreator, bukan hanya jadi penonton.

“Perkembangan teknologi saat ini menjadi suatu kebahagiaan bagi masyarakat kita, apakah dalam perkembangan teknologi saat ini kita hanya jadi penonton saja atau menjadi konten kreator. Maka cerdaslah dalam menggunakan media digital saat ini dan manfaatkan media digital yang berkembang saat ini dengan baik,” ucap Yuliandre Darwis.

Selanjutnya closing statement ketiga yang disampaikan oleh Hasby Anshory, SE., MM, beliau berharap agar pembngunan infrastruktur digital yang pesat dapat dimafaatkan oleh masyarakat dalam semua bidang kehidupan.

“Politik itu dinamis, dulu kita berkampanye secara konvensional sekarang dengan digital. Infrastruktur yang telah dibangun ini harus dimanfaatkan baik dalam hal politik maupun UMKM dengan media sosial yang berkembang begitu pesatnya. Oleh karena itu hal ini harus kita manfaatkan dengan baik,” pungkas Hasby Anshory yang juga anggota Fraksi NasDem DPR RI dari Dapil Jambi ini. *Ndi

Komentar

News Feed