oleh

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin Nilai Peran Pancasila Semakin Penting Di Era Revolusi Industri 4.0

NASIONAL – Wakil Ketua DPR RI, Dr. Azis Syamsuddin sampaikan apresiasi kepada BAKTI Kominfo yang telah memberikan ruang diskusi melalui virtual, dan menjadi sarana memberikan motivasi dan aktivitas positif bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Azis Syamsuddin pada saat ia menjadi narasumber pada acara Seminar Merajut Nusantara yang digelar oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Infomasi (BAKTI Kominfo) dengan tema “Pemanfaatan Teknologi Digital Sebagai Alat Pemersatu Bangsa”, yang dilakukan secara live melalui Zoom Cloud Meeting dan live channel youtube Swara Senayan di Jakarta pada Sabtu (10/07/2021).

Di tengah pandemi dan revolusi industri 4.0 saat ini, masyarakat perlu menambah pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi sebagai wujud pemersatu bangsa menyambut Indonesia Maju.

“Era teknologi perlu diwaspadai dengan berpegang kepada Pancasila, sebagaimana butir-butir Pancasila tersebut saling berkaitan di dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Azis Syamsuddin yang juga politisi Partai Golkar ini.

Narasumber berikutnya ialah Gun Gun Siswandi selaku Akademisi Esa Unggul, ia memaparkan bahwa berdasarkan data asosiasi penyelenggara jasa internet Indonesia   tahun 2020 pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa atau 73,7% dari jumlah  penduduk Indonesia . Hal ini membuktikan bahwa Indonesia di era digital, masyarakatnya sudah semakin mudah dalam mengakses informasi, bahkan sampai terjadi bajir informasi.

Sayangnya meskipun internet memiliki banyak manfaat, namun ada juga kekurangan dari internet, yaitu beredarnya hoax atau berita/kabar bohong yang sengaja dibuat untuk disamarkan seperi layaknya kebenaran. Maka dari itu literasi digital perlu dilakukan oleh masyarakat.

“Menjadi penting bagi kita untuk mengetahui berita hoax dan berita yang benar dalam rangka untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa, dan supaya kita dapat bergerak maju dan tidak diributkan dengan informasi-informasi tidak benar yang tidak kita inginkan,” ungkap Gun Gun.

Sementara itu narasumber yang terakhir, yaitu Rifi Anggi H. S selaku Pemerhati Sosial Budaya, memaparkan bahwa bagi negara seperti Indonesia teknologi digital bukan hanya sebuah trend, melainkan sebuah yang harus dikuasai. Indonesia saat ini mengalami surplus demografi yang signifikan. Dimana 70% penduduknya adalah usia produktif yang sangat tergantung pada teknologi digital.

“Pemerintah perlu menyiapkan infrastuktif telekomunikasi dan internet secara massif agar konektifitas antar wilayah dan penduduk bisa lebih optimal. Dengan optimalnya infrastruktur digital di Indonesia, para penduduk usia produktif bisa menjadi agen pemersatu yang membawa Indonesia menuju Indonesia Maju di tahun 2025,” tutup Rifi Anggi mengakhiri pemaparan. *Ndi

 

Komentar

News Feed