oleh

PB GPMI Siapkan 100 Pengacara untuk Bela Anies, Soal Sidaknya ke Perusahaan

JAKARTA, Berkeadilan.com – Inspeksi mendadak (sidak) penerapan PPKM Darurat yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ke kantor Ray White Indonesia, di Sahid Sudirman Centre, Jakarta Pusat menuai banyak reaksi, baik yang menolak juga yang memberikan dukungan. Dukungan salah satunya diberikan oleh Pengurus Besar Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) yang menyebut hal tersebut merupakan langkah tegas Anies kepada para pelanggar PPKM Darurat di DKI Jakarta. Seperti diketahui, PPKM Darurat hanya memperbolehkan 50 % perusahaan sektor essensial / kritikal Work form Office (WfO).

Dalam memberikan dukungannya kepada Anies, PB GPMI nyatakan akan menyiapkan 100 pengacara untuk membela Anies, jika terdapat gugatan terkait sidak yang dilakukannya tersebut. Ditegaskan Ketua Umum PB GPMI, H. Syarief Hidayatullah, hal yang dilakukan Anies sudah benar, “Selain berupaya untuk menyelematkan dan melindungi seluruh Warga Jakarta, perusahaan yang melanggar PPKM Daruratpun harus ditindak secara tegas.” Papar lelaki yang akrab disapa BHS ini, Kamis (8/7).

Untuk itu, GPMI mengantisipasi jika adanya pihak-pihak yang tidak puas atas tindakan sidak yang dilakukan oleh Anies dan menyebut sidak Anies salah sasaran, GPMI akan membela Gubernur DKI dengan mempersiapkan 100 orang pengacara. BHS menambahkan, bagi siapa saja yang akan menggugat Anies Baswedan, untuk melayangkan gugatannya ke pengadilan PTUN untuk diproses.

Syarief menambahkan, 100 orang pengacara juga telah menyatakan kesiapannya untuk membela Anies. “Semua pengacara ini sudah siap untuk membela Anies.” Tegas BHS.

Seperti diketahui sebelumnya, saat mendatangi kantor Ray White Indonesia, Anies dengan tegas berbicara kepada HRD Ray White, Diana untuk segera menutup kantor dan meminta seluruh karyawannya bekerja di rumah.

Komentar

News Feed