oleh

AM Hendropriyono Dikukuhkan Sebagai Ketua Wantimpus Pepabri

Wantimpus
Jenderal (Purn) A.M Hendropriyono dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Wantimpus) Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (PEPABRI) periode tahun 2017-2022.

Jakarta, berkeadilan.com —  Jenderal (Purn) A.M Hendropriyono dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Wantimpus) Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (PEPABRI) periode tahun 2017-2022. AM Hendropriyono menggantikan Jenderal (Purn.) Wismoyo Arismunandar yang wafat pada 28 Januari 2021.

“Saya ucapkan selamat bagi Pak Hendro dan saya ucapkan terima kasih pada beliau mau menjadi Ketua Wantimpus menggantikan Bapak Wismoyo,” kata Ketua Umum DPP PEPABRI, Jenderal (Purn.) H. Agum Gumelar dalam acara pengukuhan di kantor Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (2/6/2021).

“Suatu kehormatan yang saya terima dengan jiwa besar,” tegas Jenderal AM Hendropriyono menjawab sambutan Jenderal Agum Gumelar.  PEPABRI, lanjut Hendropriyono, selain merupakan organisasi atau forum silaturahmi veteran purnawirawan, juga mengamati masalah-masalah bangsa Indonesia.

“Karena itu yang masih sisa kita ini supaya saling bersilaturahmi, sambil kita mengamati kejadian kejadian dan masalah-masalah yang dialami bangsa kita dengan penuh kepercayaan pada kalian  Generasi penerus bangsa agar bisa memecahkan masalah-masalah kebangsaan kita dengan baik,” ujar Mantan Kepala BIN periode 2001 – 2004.

Hendropriyono yang merupakan professor ilmu filsafat intelejen pertama dan satu-satunya di dunia ini mengingatkan pada generasi saat ini bahwa Indonesia telah diberikan warisan dengan filsafat bangsa Pancasila. “Hidup kita bersatu dalam perbedaan, dan titip pada generasi berikutnya supaya jangan dibikin susah. Tolong hari depan dijaga supaya mereka bisa menikmati seperti kita. Dan bahkan lebih baik dari pada kita,” kata Hendropriyono yang pernah menjabat Menteri transmigrasi 1998 – 1999.

Guru Besar Sekolah Tinggi Intelejen Negara ini mengimbau generasi saat ini  jangan selalu terbawa arus perasaan emosi yang menggebu sehingga lupa amanat berbangsa dan bernegara.

“Itu aja sekedar memberikan nasihat. Dan kita menyatukan pemikiran di PEPABRI ini dengan tidak sama sekali untuk ikut campur dalam masalah kebangsaan pemerintahan politik tapi kita hanya memberikan nasihat alhamdulillah di dengar. Tapi tolong ingat jaga diri masing-masing,” tegas Lulusan terbaik Sekolah Staf dan Komando ABRI tahun 1989 penerima anugerah Wira Karya Nugraha.

PEPABRI lahir pada era kepemimpinan Presiden Soekarno. Keanggotaan PEPABRI bersifat terbuka bagi seluruh Purnawirawan dan Warakawuri serta pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan TNI dan Polri, dengan menganut sistem stelsel aktif.

Sebagaimana lazimnya sebuah organisasi kemasyarakatan, keanggotaan ini terbagi menjadi Anggota Biasa, Anggota Luar Biasa dan Anggota Kehormatan. Dalam hal penyaluran aspirasi politik, PEPABRI menghormati hak politik anggotanya sebagai warga negara.

Anggota PEPABRI mempunyai kebebasan menyalurkan aspirasi politik sesuai dengan prinsip kesamaan perjuangan, kepercayaan, hati nurani dan hak politik warga negara. (RS/bbs)

Komentar

News Feed