oleh

Ismail Cawidu : Generasi Muda Harus Gunakan Internet Untuk Berbisnis

NASIONAL, BERKEADILAN.COM – Generasi milenial dan Gen Z merupakan generasi yang sangat aktif berpartisipasi dalam dunia teknologi dan mereka sangat sulit dipisahkan dengan perangkat teknologi seperti smartphone dan laptop.

Begitulah yang disampaikan oleh  Anggota Komisi I DPR RI Hillary Brigitta Lasut sebagai pembuka paparannya pada acara Seminar Merajut Nusantara yang digelar oleh DPR yang bekerja sama dengan BAKTI Kominfo dengan tema “Mendorong Generasi Muda Berbisnis Melalui Platform Digital”  yang dilakukan secara langsung di studio di Jakarta dan disiarkan secara live melalui Zoom Cloud Meeting dan live channel youtube Swara Senayan https://www.youtube.com/watch?v=MiphtX965n4&t=5348s di Jakarta (18/05/2021).

Generasi milenial berperan penting dalam ekonomi digital Indonesia dan dengan adanya bonus demografi yang akan terjadi pada tahun 2024 membuat generasi milenial memegang kendali seiring dengan perkembangan inovasi digital yang banyak terjadi di berbagai negara seperti big data, internet of things, actualitual intelegence yang harus dipahami generasi muda masa kini.

“Dikalangan pebisnis banyak orang yang membangun bisnis dari usia yang masih sangat muda. Saat ini banyak anak muda yang sudah memulai bisnis, mulai dari bisnis kuliner hingga bisnis properti bahkan dengan memiiki perusahaan sendiri. Jadi untuk apa menunggu tua,“ kata Hillary Brigitta Lasut yang juga merupakan politisi muda Partai Nasdem.

Paparan kedua disampaikan oleh Ismail Cawidu selaku Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, beliau menyampaikan Mengapa generasi muda? Karena terdapat 3 alasan generasi muda untuk turun berbisnis, diantaranya generasi muda adalah penentu masa depan bangsa, generasi muda merupakan pengguna internet dan media sosial terbedar, serta generasi muda memiliki kesempatan dan kemampuan.

Tantangan ekonomi digital di Indonesia terlihat pada jumlah penetrasi internet Indonesia dimana sebanyak 76% masih dibawah negara ASEAN (Singapura 88%, Thailand 75%, Vietnam 70%). Kemudian, Rata-rata kecepatan internet mobile Indonesia 13,83 mbps, juga masih di bawah negara ASEAN (Singapur 57,16 mbps, Thailand 25,9 mps, Vietnam 30,39 mps, dan seterusnya).

“Kalau sampai hari ini anda belum menggunakan internet untuk berbisnis atau untuk meningkatkan pengetahuan, namun anda termasuk orang yang konsumtif, maka terjadilah peningkatan kemajuan teknologi informasi yang tidak berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan,” ujar Ismail Cawidu pada saat memberikan closing statement.

Narasumber berikutnya yaitu Sekretaris DPW Garnita Sulawesi Utara Yelly Walansendow, dalam pemaparannya ia mengatakan bahwa terdapat beberapa sub sektor ekonomi kreatif, diantaranya ada aplikasi, desain interior, kuliner, musik, film, animasi,  periklanan, penerbitan, pertunjukkan, TV dan  radio.

“Mari kita sebagai anak-anak muda yang memiliki semangat juang yang tinggi untuk dapat memanfaatkan jempol kita dengan bijak dalam melakukan usaha online,” seru Yelly Walansendow.  *Ndi

 

Komentar

News Feed