oleh

Simpul Kesehatan Sebut Tidak Mudik Bukti Cinta Keluarga

Jakarta, Berkeadilan.com – Sejumlah aktivis peduli kesehatan yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Peduli Kesehatan (Simpul Kesehatan) turun ke jalan dan mengajak masyarakat secara luas untuk tidak melakukan mudik lebaran Idulfitri tahun 2021.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Simpul Kesehatan, Reza, bahwa di tengah wabah pandemi yang semakin meningkat, masyarakat seharusnya tidak nekat pulang kampung dan lebih memilih menahan nafsu untuk melakukan mudik.

Mudik di situasi pandemi seperti saat ini menurut Reza justru akan membahayakan kesehatan keluarga di kampung halaman, apalagi mereka yang memiliki orang tua atau keluarga lainnya yang memiliki kerentanan tertular virus korona.

“Jika kita menyangi orang tua dan keluarga di kampung, seharusnya sebagai umat Islam kita harusnya tertib dan mampu mengendalikan diri serta menahan hawa nafsu kita,” kata Reza dalam aksi sosialisasinya di perempatan lampu merah Tugu Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (11/5/2021).

Menahan diri untuk tidak mudik demi kemaslahatan dan keselamatan orang lain adalah sunnah Rasulullah SAW.

“Rasulullah SAW bersabda, yang artinya : “Aku sangat mengkhawatirkan kepada umatku sepeninggalku tiga hal, pertama, kesesatan hawa nafsu. Kedua, mengikuti syahwat perut dan seksual. Ketiga, Lalai setelah mengetahui”,” tuturnya.

اخاف على امتي من بعدي ثلاثا ضلالة الاهواء واتباع الشهوات في البطون والفروج والغفلة مع المعرفة

Ia mengharapkan masyarakat bisa memahami upaya negara untuk menanggulangi pandemi COVID-19 yang sampai saat ini belum usai.

Reza pun memberikan saran kepada masyarakat yang ingin sekali bertemu dengan sanak keluarga di momentum Hari Raya Idulfitri 2021, agar melakukan silaturrahmi secara virtual.

“Pentingnya menahan nafsu untuk pulang kampung dan saatnya kita memulai kebiasaan baru dengan melakukan silaturahmi lebaran via android aja,” ujarnya.

Selain di Pancoran, mereka juga melakukan aksi peduli kesehatan di Tugu Proklamasi, Menteng Jakarta Pusat. Dalam kesempatan tersebut, Reza juga mengajak masyarakat untuk mematuhi instruksi pemerintah terkait dengan larangan Mudik Lebaran Idulfitri.

Bahkan ia mengaku sangat ingin sekali mudik ke kampung halaman. Namun karena pemerintah melarang demi kemaslahatan semua pihak, ia pun mematuhinya.

“Kami warga negara Indonesia, kami tidak mudik dan taat instruksi Pemerintah,” tegas Reza.

Bagi Reza, tidak mudik justru merupakan bagian dari rasa cinta terhadap kedua orang tua dan keluarga di kampung halaman. Sebab, lanjut dia, pemudik bisa saja membawa penyakit di kampung halaman dan menyebabkan penularan virus Covid-19 kepada kedua orang tua dan keluarga mereka masing-masing.

“Jangan sampai kita tidak mampu menahan nafsu, orang tua beserta sanak famili kita menjadi korban dari ulah kita sendiri,” pungkasnya. [RED]

Komentar

News Feed