oleh

Prof. Widodo Terapkan Formula Modalitas Kecerdasan Guna Menghadapi Tantangan Dan Ancaman Bonus Demografi Dan Digitalisasi

Berkeadilan.com – Bonus demografi dan digitalisasi menantang kaum muda dan generasi milenial untuk beradaptasi memanfaatkan potensi-potensi guna mendorong terwujudnya Indonesia Maju.

Demikian paparan Anggota Komisi I DPR RI H. Bachrudin Nasori pada sebuah Webinar Forum Diskusi Publik yang bertema “Tantangan dan Ancaman Generasi Milenial di Tengah Derasnya Arus Informasi dan Bonus Demografi,” di Jakarta, Minggu (02/05/2021).

Kegiatan Webinar tersebut digelar oleh Ditjen IKP Kominfo dan bekerja sama dengan Komisi I DPR RI. Bertindak sebagai moderator yakni Presenter Cantik TVRI, Silkania Swarizona.

Pandemi Covi-19 juga telah mengubah cara gaya hidup masyarakat Indonesia menjadi lebih baik. Dimana berbagai perubahan dan pemanfaatan diimplementasikan dalam bidang pendidikan (sekolah-sekolah). Pemerintah juga turut mengambil peran dalam hal ini, yaitu dengan memberikan bantuan kuota internet secara gratis untuk para siswa dan pendidik. Kemudahan tersebut tentu harus dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menggunakan teknologi informasi. Namun masyarakat juga harus bijaksana dalam memanfaatkan teknologi informasi, karena jika tidak bijaksana akan ada Undang-Undang yang akan menyeret kita.

“Saat ini sudah ada 80% daerah-daerah yang terjangkau dengan internet. Ini merupakan lompatan yang sangat luar biasa untuk Indonesia. Berdasar informasi yang saya terima Prof. Widodo bahwa pada tahun 2045 kita akan menjadi negara maju terbesar nomor 4 di dunia,” ungkap H. Bachrudin Nasori yang merupakan legislator dari Fraksi PKB ini.

Prof. Widodo Muktiyo selaku SAM Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa juga turut hadir sebagai narasumber pada acara tersebut. Ia memaparkan di tengah Pandemi Covid-19, Indonesia juga dihadapkan dengan devedent digital dan bonus demografi. Kedua hal tersebut harus ditangkap sebagai tantangan kita agar mendapatkan keuntungan di dalamnya.

Hidup kita sekarang ini diselimuti dengan komunikasi virtual, komunikasi tersebut diharapkan mampu mengimplementasikan makna pembukaan UUD 1945, yaitu melindungi segenap tumpah darah dan bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan untuk menciptakan perdamaian dunia.

Berdasarkan survei AP JII tahun 2020 diketahui bahwa kontribusi pengguna internet di Indonesia tersebar di seluruh wilayah dengan mayoritas pengguna berada di wilayah Pulau Jawa.

Ada 83.218 desa atau kelurahan di seluruh penjuru tanah air dan masih ada 12.548 yang belum terkoneksi dengan internet. Sekitar 9.113 desa akan dihendel oleh anggaran APBN, sehingga pada tahun 2022 bisa menikmati akses jaringan 4G dan 3.435 desa/kelurahan pada daerah perkotaan atau pinggir kota yang secara ekonomis menguntungkan akan dibangun BTS yang diinvestasikan oleh pemerintah.

Mengutip perkataan Jacob Oetama (2003), ‘Informasi yang dipersepsikan sebagai sumber pengetahuan mulai dikhawatirkan sebagai sumber kecemasan’. Maka dari itu diperlukan literasi talenta digital yang besar dalam upaya perubahan paradigmatik.

Adapun formula modalitas kecerdasan, yaitu IQ (Intelectual Intelegence), EQ (Emotional Intelegence), SQ (Spiritual Intelegence), DG (Digital Intelegence) dan IndQ ( Indonesia Quotient). Atau secara singkat kecerdasan potensial manusia ditambah kecerdasan teknologi dan di tambah kecerdasan yang bersumber pada nilai Ke-Indonesia-an.

Maraknya penyebaran berita hoax mengharuskan generasi muda untuk mengungkap kebenaran fakta berita terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian sebagai sebuah kebenaran.

“Kepada generasi Z yang sangat aksesibiliti terhadap dunia virtual, jangan pernah sungkan untuk masuk ke website kementerian kominfo dalam mengadukan konten atau cek fakta. Jangan langsung telan begitu saja tapi harus dicari tahu kebenarannya.” urai Prof. Widodo dalam pemaparannya.

Paparan terakhir disampaikan oleh Sabilillah Ardie selaku Wakil Bupati Kabupaten Tegal, ia mengatakan derasnya arus informasi mengharuskan kita untuk memilah dan memilih informasi serta mengidentifikasi data informasi tersebut.

Upaya pemerintah untuk mengembangkan potensi masyarakat di era digital namun tidak tergerus dengan berita hoax, yaitu mengadakan program wirausaha pemuda. Program tersebut dikhususkan untuk pemuda berusia 19 sampai 28 tahun.

“Pada tahun 2019 pemerintah membuka Trasa Co-Working Space yang berpusat di kota Slawi. Fasilitas yang kami sediakan diantaranya, internet pada lantai dua, komputer, dan tutor yang berkompeten. Adapun jenis pelatihannya meliputi pelatihan teknologi, pelatihan usaha, pelatihan fotografi, dan lain-lain. Dan kami juga menggandeng pihak-pihak lain untuk bekerjasama, diantaranya Tokopedia dan pengusaha terbaik di Jakarta, serta komunitas fotografer,” papar Sabilillah Ardie.

Bonus demografi di Kabupaten Tegal akan menjadi sebuah ancaman jika kita tidak berhasil dalam meningkatkan kualitas SDM. Peningkatan ini membutuhkan kerja sama dari semua pihak, khususnya generasi muda.

“Oleh karena itu saya sangat menyambut baik kegiatan seperti ini dimana materi yang dibawakan oleh para narasumber yang berkualitas, seperti Prof. Widodo supaya kita tercerahkan.” tutup Wakil Bupati Tegal tersebut. *Ndi

 

Komentar

News Feed