oleh

Aziz Syamsuddin Nilai Inovasi Pemuda Di Era Digitalisasi Harus Didasari Nilai-Nilai Pancasila Dan UUD 1945

NASIONAL, BERKEADILAN.COM – Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk terbanyak di dunia, yaitu sebanyak 274,9 juta penduduk. Namun peredaran handphone beserta penggunaannya sudah mencapai 345,3 juta.

Sementara itu penggunaan internet di Indonesia mencapai 202,6 juta dan penggunaan sosial media sebanyak 170 juta jiwa. Berdasarkan data tersebut telah diketahui bahwa Indonesia sudah masuk digitalisasi. Sebagai negara yang demokratis, digitalisasi membuka ruang-ruang masyarakat Indonesia khususnya para pemuda untuk menyuarakan aspirasinya dalam bidang politik.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Dr. Azis Syamsuddin menyatakan, revolusi industri 4.0 telah menantang kita untuk menciptakan generasi unggul dalam rangka mengantisipasi Indonesia emas di tahun 2045.

“Berkenaan dalam era digitalisasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kualitas hidup, tentu di sisi lain adanya pengaruh dari politik. Politik berpengaruh pada dunia teknologi, ekonomi, dan budaya dilakukan untuk meningkatkan rasa kebangsaan,” katanya selaku narasumber pada acara di acara Seminar Merajut Nusantara yang digelar oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Infomasi (BAKTI) Kominfo dengan tema “Peran Pemuda dalam Meningkatkan Politik Kebangsaan Di Era Digital,” Jakarta (23/04/2021).

Menurutnya dalam era digitalisasi ini diperlukan inovasi-inovasi para pemuda, namun harus tetap dengan pondasi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Hadir pula Ferdy Ferdia Azis selaku Anggota DPRD Provinsi Lampung yang mengatakan bahwa peran pemuda dalam era digitalisasi sangatlah penting karena di tengah pandemi saat ini kita tidak bisa berkampanye tatap muka. Adapun yang dapat dilakukan di saat pandemi yaitu melakukan kegiatan menjadi youtuber dan content creator.

Sementara itu Praktisi Bidang Kehumasan dan Komunikasi Publik, Freddy Tulung menjelaskan bahwa politik kebangsaan merupakan budaya rasa memiliki dan mencintai bangsa dengan selalu aktif terlibat, bergerak dan berbaur dalam keragaman ruang publik untuk ikut menciptakan harmoni dan kemajuan bangsa yang terdiri dari keragaman identitas.

“Untuk mencapai harmoni dan kemajuan bangsa, dibutuhkan kecerdasan publik yang mampu mengemban tugas kewarganegaraan, memahami hak dan kewajiban warga negara serta mampu menggunakan keahlian dan keterampilannya untuk kemajuan bangsa,” katanya. *Ndi

 

Komentar

News Feed