oleh

HMI Cabang Serang: Jubir Kemenag Genit Toleransi

SERANG, Berkeadilan.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang menilai Juru Bicara (Jubir) Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Abdul Rochman, genit toleransi dalam caranya menanggapi edaran Pemerintah Kota Serang bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang atas pembatasan operasional warung nasi selama bulan Ramadan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum HMI Cabang Serang, Faisal Dudayef Payumi Padma. “Seharusnya Jubir Kemenag datang langsung ke Kota Serang. Toh dia punya akses. Jangan sampai, toleransi yang selama ini tumbuh di Kota Serang dipotret sekilas dan tak utuh,” Ujarnya, di Serang, Sabtu (17/4/2021).

Ia mengatakan, Jubir Kemenag RI seperti tidak mengetahui bagaimana sejarah toleransi umat beragama di Kota Serang. Menurutnya, Di Bali orang Hindu saat merayakan nyepi. Bagi non Hindu yang ada di Bali harus menaati apa yang menjadi tradisi disana.

Banten pada umumnya, bagi mereka yang tak wajib menjalankan ibadah puasa. Secara pribadi atau non Muslim ikut serta mempersiapkan diri dalam menghadapi Ramadan. Salah satunya persiapan untuk bahan konsumsi.

“Ya, kalau tidak berpuasa. Sebaiknya, di rumahnya sendiri. Bukan di tempat umum. Kan, gampang. Tidak mengada-mengada. Seperti genit toleransi saja,” ungkapnya

Faisal menyebut, Toleransi itu saling menghargai. Tapi, bukan menghilangkan tradisi. Ia melihat, tradisi tersebut harus tertanam secara bersama-sama. Karena memang, dalam Ramadan. Belajar menghargai tidak hanya bagi yang berpuasa, begitu pun bagi yang tidak berpuasa.

“Jubir Kemenag tak asal ucap dan mengundang reaksi publik yang berujung pada terjadinya perpecahan. Terlebih Ramadan tahun ini Indonesia masih dalam suasana Pandemi Covid-19,” katanya

Kemudian, ia meminta, Menteri Agama mengevaluasi kinerja Jubir Kemenag Abdul Rochman. Menurut dia, serampangan tanpa melihat historis dan fakta yang terjadi di daerah.

“Kalau kinerja Jubir seperti ini bagaimana menjaga marwah lembaga negara seperi Kemenag. Hak Asasi Manusia salah satunya kebebasan memeluk agama, ketika sudah beragama. maka, hak individunya diatur oleh agama itu sendiri,” Ujarnya []

Komentar

News Feed