oleh

Kecam KKB, Romo Benny : Wujudkan Papua Tanah Damai, Kekerasan Hanya Merusak!

JAKARTA – Sejak beberapa tahun terakhir Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bermunculan di Papua dengan motif dan latar belakang. Kemunculan kelompok KKB yang semakin beringas membuat warga menjadi risau.

Pasalnya, tak hanya ke personel keamanan, KKB juga melancarkan aksinya ke warga sipil. Saat beraksi, mereka kerap memakai senjata api bahkan mengitimidasi masyarakat, Kepala Desa.

KKB tidak ragu melakukan tindak kekerasan bersenjata kepada siapa saja yang menolak memberikan bantuan.

Menanggapi hal tersebut, Pastor dan aktivis penggerak kesadaran manusia Romo Antonius Benny Susetyo, Pr. berharap kekerasan tersebut segera dihentikan.

“Saatnya mewujudkan Papua tanah damai untuk sama mewujudkan cita-cita bersama demi tercapai Papua tanah damai,” tegas Romo Benny, hari ini.

Menurutnya, kekerasan di tanah Papua merupakan suatu kenyataan yang terus menerus berlangsung dari waktu ke waktu. Beragam kasus kekerasan melahirkan tragedi kemanusiaan bagi rakyat Papua. Ini sekaligus mencerminkan bahwa harkat dan martabat manusia kurang dijunjung dan dihormati.

“Kekerasan sering merusak kerukunan hidup dan bahkan bisa mengancam keutuhan NKRI. Komitmen untuk menyelesaikan masalah-masalah di Papua melalui dialog terbuka antara pemerintah pusat dan masyarakat Papua perlu diintensifkan,” bebernya.

Dikatakannya, semua dilakukan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara demokratis, modern, dan beradab, serta menjadikan Papua sebagai Tanah Damai.
Selain itu juga perlu dikembangkan sikap saling percaya antara Pemerintah Indonesia dan orang asli Papua. Sedini mungkin perlu dilakukan identifikasi terhadap masalah-masalah yang menghambat terwujudnya Papua Tanah Damai.

“Karena itu, perlu suatu gerakan bersama dalam menyelesaikan konflik horizontal dan vertikal di tanah Papua demi mewujudkan Papua Tanah Damai,” tambah Romo Benny.

Disebutkannya lagi, perlu upaya dilakukan Polisi yang memberikan kontribusi dalam hal kesejaheteran masyarakat lewat pertanian, pendampingi usaha kecil dan wirausaha.

“Hal positif seperti ini harus diperluas untuk mendampingi masyarakat khusus daerah pegunungan,” ujarnya.

Dikatakannya, persoalan Papua bukan masalah Otsus, tapi bagaimana elit politik Papua menciptakan budaya damai dan orientasi kesejahteraan rakyat nya maka perlu dialog semua komponen, adat, mama, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan elit politik untuk bersama membangun Papua tanah damai dan menghentikan kekerasan semua pihak.

“Dan orientasi pembangunan harus menyentuh masyarakat pegunungan di harapkan kerjasama dengan tokoh adat, agama, mama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Papua,” pungkasnya.

Komentar

News Feed