oleh

Pengamat Intelijen : KKB Sudah Banyak Menyerang, Harus Ditindak Tegas

Aksi yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata terhadap masyarakat Papua dan Aparat keamanan sudah pada tahap meresahkan. Tercatat pada tahun 2021 ini saja KKB telah melakukan berbagai aksi yang meninbulkan kerugian.

Pengamat Intelijen Stanislaus Riyanta membeberkan bahwa pada tahun ini (2021) aksi yang telah dilakukan oleh KKB di Papua diantaranya adalah menembak Helikopter di Tembagapura (6 Januari), membakar pesawat perintis milik Mission Aviation Fellowship (6 Januari), membakar 2 BTS di Ilaga Kabupaten Puncak (7 Januari), menembak 1 Prajurit TNI hingga gugur di Titigi (10 Januari), menembaki Satgas Pamtas RI-Papua Nugini sehingga 2 Prajurit TNI Gugur (22 Januari).

Selain itu dijelaskan oleh Stanislaus bahwa KKB juga menembak warga Intan Jaya karena Diduga Mata-mata (1 Februari), menembaki aparat di Hitadipa (4 Februari), menembak warga sipil Intan Jaya di depan istri korban (8 Februari), menusuk Tukang Ojek dan menembaki Polisi di Kabupaten Puncak (9 Februari), menembak Prajurit TNI yang hendak ke kios di Sugapa (12 Februari), menembaki aparat TNI-Polri di Distrik Ilaga Kabupaten Puncak (13 Februari), dan menembak 1 Prajurit TNI hingga Gugur di Sugapa Intan Jaya (15 Februari).

“KKB melakukan serangan tidak hanya kepada TNI-Polri tetapi juga terhadap warga sipil yang tidak bersalah. Sementara jika TNI-Polri melakukan balasan mereka melarikan diri ke hutan atau justru bersembunyi di tengah-tengah masyarakat. Tentu TNI-Polri akan sangat hati-hati supaya masyarakat yang tidak bersalah menjadi korban”, ungkap Stanislaus.

Meskipun demikian Stanislaus tetap mendorong TNI-Polri bersikap tegas tehadap KKB untuk melindungi masyarakat agar tidak menjadi korban.

“KKB telah menyerang TNI-Polri dan masyarakat dengan senjata api. Ini tidak bisa dibiarkan dan harus ditindak tegas. Namun, secara paralel pendekatan terhadap masyarakat harus terus dilakukan oleh pemerintah agar masyarakat merasakan kehadiran negara dan tidak mudah dihasut oleh KKB”, pungkas Stanislaus.

Komentar

News Feed