oleh

Ken Setiawan: Benalu ASN Terpapar Radikal Bagai Musuh Dalam Selimut, Duri Dalam Daging

Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan mengaku prihatin dengan fenomena banyaknya orang yang terpapar radikalimse di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Pasalnya menurut Ken, orang yang terpapar di dalam segmentasi ini keberadaanya seperti angin yang bisa di rasakan namun tidak bisa terlihat kasat mata. Biasanya baru ketahuan terpapar setelah melakukan amaliyah teror atau tertangkap arapat karena terlibat kasus terorisme.

Respon masyarakat menurut Ken pun beragam, banyak yang tidak percaya bila yang bersangkutan misalnya pelaku ditangkap aparat karena terlibat terorisme karena keseharian di lingkungan tidak mencurigakan, bahkan tidak ada tanda tanda terpapar radikal karena mereka menyesuaikan lingkungan seperti bunglon.

Ken pernah mendapat laporan dari masyarakat yang berada di Instansi pemerintah dimana masyarakat dibuat resah karena ulah ASN yang terindikasi terpapar radikal, keresahan ini karena ASN yang bertugas bersikap diskriminatif dan cenderung memprioritaskan yang sealiran dengan dirinya dalam pelayanan publik.

Bahkan ada juga ASN yang frontal dengan dialog sikap intoleran dan tidak mau menghargai pendapat orang lain dengan statemen yang cenderung memojokan pemerintah, mengajak lingkungan sekolah, kampus dan rekan kerja untuk bergabung bersamanya mendukung negara Islam atau khilafah islamiyah.

Menurut Ken, dirinya sudah melaporkan ke instansi terkait, namun tidak ada tindak lanjut dan sansi, karena yang bersangkutan masih tetap beraktifitas di instansi tersebut. Padahal ini sangat berbahaya, karena sebagai ASN tentunya harus sesuai dengan perintah undang undang bahwa ASN harus memegang teguh ideologi Pancasila, setia dan mempertahankan UUD 1945 serta pemerintah yang sah. Tutur Ken.

Apa jadinya bila kelompok radikal merajalela di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mereka itu menjadi musuh dalam selimut dan duri dalam daging, bahkan keberadaan mereka hanya menjadi benalu dinegara ini, sebab antara ideologi dan realitas politik berbeda.

Ken berharap negara harus bertindak tegas terhadap ASN yang terbukti terpapar paham radikal sebab mereka digaji negara dengan uang rakyat. Kalau dibiarkan maka mereka akan menjadi virus dan akan menyebarkan paham radikal di lingkungan mereka berada.

Disisi lain yang tidak kalah penting adalah mencegah radikalisme sejak proses rekrutmen ASN sehingga perlu adanya kewaspadaan pemerintah terhadap kemungkingan adanya calon pegawai negeri sipil yang terpapar paham radikal,

Bahkan Ken menghimbau, bila perlu agar pemerintah melakukan pelacakan rekam jejak digital calon ASN terkait dengan konten radikalisme, karena banyak ditemukan ASN memposting konten berbau radikalisme di media sosial mereka. Tutup Ken.

Info lengkap klik https://kontraradikal.com/2021/02/06/ken-setiawan-benalu-asn-terpapar-radikal-bagai-musuh-dalam-selimut-duri-dalam-daging/

Komentar

News Feed