oleh

GPMI Apresiasi Risma, Tapi Minta Mensos Perbaiki Data Sebelum Beri Solusi ke Warga

Jakarta, Berkeadilan.com – Baru saja dilantik menjadi Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini alias Risma sudah blusukan ke sejumlah lokasi kumuh dan darurat di Ibu Kota Jakarta. Seperti di kawasan aliran Kali Ciliwung yang berada di belakang kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, bawah tol Gedong Panjang, Pluit Jakarta Utara, dan di flyover Pramuka, Jalan Pramuka Sari II, Jakarta Pusat.

Dalam salah satu blusukannya, Risma mengaku akan memberi rumah singgah dan pembinaan melalui program UMKM kepada pemulung yang menghuni kolong flyover Pramuka.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Jakarta Raya Syarief Hidayatulloh mengaku sangat mengapresiasi rencana Menteri Sosial Kabinet Indonesia Maju jilid II itu. Hanya saja, ia meminta agar Tri Rismaharini juga mencari data lebih detil sebelum memberikan solusi.

“Perlu saya sampaikan kepada Kementerian Sosial, Bu Mensos datanya kurang valid. Saya temukan data dari RW setempat hanya 6 kepala keluarga, 14 orang,” kata Syarief yang hari ini sidak langsung ke pemukiman warga yang menghuni flyover Pramuka, Jakarta Pusat, Sabtu (2/1/2021).

Dalam kunjungannya ke Jalan Matraman Luar RT 05 RW 03, Kelurahan Pengangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Syarief didampingi oleh RT, RW, Lurah, dan FKDM setempat.

Tidak hanya sekedar datang melakukan pengecekan faktual, Syarief tampak menyalurkan 250 pak beras kepada warga dan diserahkan kepada perwakilan warga setempat.

Sementara bagi 14 orang penghuni kolong yang tinggal di wilayah ini, pihaknya memberi bantuan paket sembako dan uang tunai.

Ditambahkan Syarief, kebanyakan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) ber-KTP Jakarta sudah diberi hunian rumah susun.

“Seharusnya data tersebut dikonfirmasi terlebih dahulu. Bu Risma kan baru menjabat perlu mempelajari semua secara administrasi maupun faktual. Kita harus sinergi. Kalau di Jakarta saya optimistis warga yang tinggal di kolong jembatan sudah tak ada. Karena mereka yang ditemui bukan orang miskin, kebanyakan sudah punya rumah sendiri maupun sudah disediakan rusun,” terangnya.

Pihaknya pun siap memberikan data pemulung dan PMKS dari luar Jakarta yang tinggal di berbagai wilayah Jakarta.

“Yang dari luar memang domainnya Kemensos. Saya siap berikan datanya,” tandasnya.

Perwakilan kelurahan pun mengapresiasi bantuan dari GPMI Jakarta Raya tersebut. Berkat kehadiran Syarief Hidayatulloh dan rombongan, setidaknya ada kontribusi positif bagi masyarakat sekitar.

“Terimakasih sudah berkunjung dan memberikan bantuan untuk warga enam Kepala Keluarga berjumlah 14 jiwa yang tinggal di kolong flyover Pegangsaan, Kenari. Alhamdulillah. per sore ini keluar secara sukarela meninggalkan kolong flyover dan ngontrak,” ujar perwakilan kelurahan.

Sebelumnya, Pelaksana Harian Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi mengaku telah lama tahu ada sejumlah pemulung yang tinggal di bawah flyover di Jalan Pramuka, Salemba. Pihaknya sudah berkali-kali menertibkannya.

Dikatakannya, tak semua orang di kolong jembatan itu pemulung. Ada juga yang berdagang. Mereka sebelumnya warga permukiman kumuh di Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat.

“Rumahnya kebongkar, dijual. Karena dia udah usaha dekat situ, dia enggak bisa pindah. Kami sudah menawarkan warga kolong jembatan untuk tinggal di rumah susun milik Pemprov DKI Jakarta. Namun, mereka menolak karena lokasinya yang jauh dari tempat usaha mereka,” tandasnya.

Lurah Pegangsaan Parsiyo mengatakan, rumah bedeng milik pemulung sudah kerap dibongkar. Dalam setahun terakhir, kelurahan sudah membongkar bedeng mereka dua kali. Pembongkaran terakhir dilakukan pada September lalu. Parsiyo menyebut, sebagian besar warga yang tinggal di bawah kolong flyover Jalan Pramuka itu sudah memiliki rumah di RW 03, Pegangsaan, Menteng. Namun, mereka memilih untuk membangun bedeng kembali di kolong flyover. Sementara, sebagian warga lainnya memang tak memiliki rumah karena telah tergusur.

Komentar

News Feed