oleh

Ada Apa dengan Waketum MUI?

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai penahanan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab oleh kepolisian lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya. “Dalam kesimpulan saya, menahan Habib Rizieq lebih besar mudaratnya dari pada manfaatnya,” kata Anwar, Kamis (17/12). Wakil Ketua MUI tersebut tidak sadar telah menuai hujanan kritik dari masyarakat.

Massa dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Jakarta menyampaikan bahwa mereka mendukung polisi mengusut kasus yang menjerat Habib Rizieq Shihab (HRS). Sangat disayangkan masih saja adanya orang – orang yang mendukung HRS padahal jelas bahwa dia adalah pelanggar prokes dan membahayakan masyarakat. Kepentingan mereka ini jelas-jelas menciderai semangat demokrasi negara Indonesia. Sepertinya negara ini punya mereka saja, apa yang mereka lakukan semua dianggap benar, tidak berpikir untuk orang lain. Saat ditangkap dianggap kriminalisasi ulama. Ulama yang apa ini? Ulama itu ada banyak. Ulama itu mengayomi masyarakat bukan malah buat kerumunan di tengah covid.

Sontak naiknya Anwar Abbas yang awalnya menjabat Sekjen dan sekarang naik menjadi Wakil Ketua MUI menimbulkan tanda tanya besar. Harusnya Anwar Abbas lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat dan kritikan nya terhadap langkah pemerintah dan Polri. Jangan hanya mementingkan golongan saja karena negara kita ini multi etnis, jadi harus menghargai masyarakat Indonesia lainnya. Kiranya unsur Muhammadiyah dapat memberikan pencerahan kepada Anwar Abbas.

Komentar

News Feed