oleh

Hendropriyono Harap di Tangan Gus Yaqut, Kemenag Jadi Kementerian Semua Agama

Berkeadilan.com – Hari ini, Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Agama periode 2020-2024 menggantikan Fachrul Rozi.

Ucapan selamat datang dari berbagai kalangan, salah satunya adalah Guru Besar Ilmu Filsafat Intelijen dari Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono.

Menurut Hendropriyono, pilihan Presiden Jokowi untuk menempatkan Gus Yaqut di kursi Menteri Agama Republik Indonesia sudah sangat tepat.

“Presiden Jokowi mengambil langkah tepat dengan mengangkat figur muda, tegas dan pemberani untuk menjadi Menteri Agama,” kata Hendropriyono, Rabu (23/12/2020).

Menurut perspektifnya, Gus Yaqut adalah sosok yang memiliki track record yang sangat baik. Memiliki konsistensi dalam mengawal keberlangsungannya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai rongrongan paham yang dinilai menjadi sumber disintegrasi bangsa.

“Gus Yaqut punya rekam jejak yang baik dan kokoh dalam komitmennya mengawal dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sepak terjangnya dalam merawat keragaman bangsa Indonesia terlihat nyata. Dia tidak segan berhadapan dengan pihak-pihak yg bersikap intoleran,” ujarnya.

Karena prinsip perjuangannya itu, Hendropriyono menaruh harapan besar kepada Gus Yaqut untuk mampu memperbaiki tatanan sosial keagamaan di Indonesia yang lebih baik lagi ke depannya.

“Terbersit harapan, Kementerian Agama ke depan bisa menerangi hari-hari depan kita, juga anak dan cucu kita, dengan semangat untuk merawat kehidupan,” terangnya.

Lawan radikalisme dan terorisme

Sebagai salah satu tokoh intelijen terkemuka di Indonesia, Hendropriyono berpandangan bahwa radikalisme adalah sebuah paham yang menjadi cikal bakal lahirnya terorisme, termasuk di Indonesia.

“Terorisme adalah pohon dan Radikalisme adalah akarnya,” ujarnya.

Dari sinilah, Hendropriyono menilai tugas berat Gus Yaqut dimulai, bagaimana berusaha keras membumikan ajaran agama yang lebih moderat bagi seluruh masyarakat Indonesia secara luas

“Maka di sini lah kerja ideologis ke depan tersemat di pundak Gus Yaqut sebagai Menteri Agama. Akar dan tanah radikal akan dimatikan oleh Gus Yakut dengan mengembangkan ajaran agama yang moderat,” paparnya.

Hendropriyono mengusulkan agar Kementerian Agama ke depan perlu melakukan peninjauan ulang dan deregulasi jika ada sejumlah aturan yang justru tidak sesuai dengan prinsip kebersamaan, seperti SKB 3 Menteri yang praksis bertentangan dengan UUD 1945 tentang kebebasan beragama.

“Kemenag harus menjadi rumah bagi semua Agama, bukan hanya satu Agama,” tuturnya.

Terakhir, purnawirawan TNI Angkatan Darat ini mengucapkan selamat kepada Gus Yaqut atas amanah barunya dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Maruf Amin tersebut.

Congratulations Ananda Yaqut Cholil Qoumas bin Yang Mulia Almaghfurlah Cholil Bisri. Selamat mengemban amanah. Maju terus, negara tidak boleh kalah dengan premanisme,” tutupnya. [NOE]

Komentar

News Feed