oleh

Mahasiswa Bogor Raya Desak Polri Tuntaskan Seluruh Kasus Hukum Habib Rizieq

Berkeadilan.com – Sejumlah pemuda yang mengatasnamakan diri Gerakan Muda Mahasiswa Islam (GEMMI) dan Front Aktivis Mahasiswa Bogor Raya mendukung penuh aparat Kepolisian untuk menindak para pelanggar protokol kesehatan, tanpa pandang bulu.

“Kami dari GEMMI mendukung penuh lembaga Kepolisian RI dalam menindak siapapun aktor yang melanggar dan menggangu keamanan dan ketertiban masyarakat secara umum,” kata penanggungjawab presidium GEMMI dalam konferensi persnya di Kopi dari Hati, Jl Bogor Raya, Parung Bogor, Jawa Barat, Senin (7/12/2020).

Mereka juga mendesak kepada institusi Kepolisian untuk segera menindak tegas imam besar Front Pembela Islam (FPI) yakni Habib Rizieq Shihab yang telah melakukan pelanggaran protokol kesehatan (Prokes), sejak di Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng, Tebet, Megamendung hingga Petamburan. Begitu juga dengan kasus-kasus hukum yang sampai saat ini masih mangkrak di meja penyidik.

“Kami mendesak lembaga Kepolisan RI segera tangkap dan adili Muhammad Rizieq Shihab (HRS) terkait dengan kasus-kasus yang selama ini dilakukan serta melanggar prokes Covid-19,” ujarnya.

Di sisi lain, mereka juga menyoroti tentang kasus ujaran kebencian terhadap ideologi Pancasila yang dilakukan oleh pendiri ormas FPI itu.

“Kami mendesak pihak Kepolisian RI segera menindak tegas HRS yang telah melanggar pasal 27 ayat 3 UU ITE, dan menghina ideologi Pancasila,” tegasnya.

Bagi GEMMI dan Front Aktivis Mahasiswa Bogor Raya, siapapun pelanggar protokol kesehatan tidak boleh dibiarkan dan harus ditindak secara hukum.

“GEMMI dan Fron Aktivis Mahasiswa Bogor Raya mendesak pemerintah untuk segera mengadili oknum-oknum yang melanggar UU Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan,” tandasnya.

Terakhir, mereka juga meminta kepada Habib Rizieq agar tidak terus merawat perpecahan dengan narasi caci maki fan fitnah terhadap orang lain dengan dalih revolusi akhlak.

“Tangkap Habib Riziieq Shihab yang melakukan revolusi tak berahlak, maki-maki dan fitnah orang seenak-enaknya,” tutupnya.

Komentar

News Feed