oleh

Kodam Jaya Ungkap Sosok Wanita Berbaju Kotak-kotak Diatas Ranpur

Jakarta, Berkeadilan.com —  Setelah menjadi gunjingan netizen di dunia maya, Kodam Jaya akhirnya mengungkap sosok wanita berbaju motif kotak-kotak di kendaraan tempur (ranpur) panser Anoa TNI  saat penertiban baliho Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jumat (20/11) lalu. Sosok wanita ini menjadi viral karena baju kotak-kotak identik dengan paslon Jokowi – Ahok pada Pilkada DKI tahun 2012.

“Wanita yang berada di atas kendaraan tempur ranpur Anoa TNI tersebut adalah seorang jurnalis tulis dari media siber nasional. Jadi tidak perlu membawa alat kamera foto maupun kamera video dalam membuat suatu pemberitaan,” kata Kapendam Jaya Letnan Kolonel Arh Herwin Budi Saputra dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (22/11).

Menurut Herwin Budi, Kodam Jaya menilai harus segera meluruskan pemberitaan dan informasi yang berkembang liar tersebut agar tidak menimbulkan kecurigaan dan kegaduhan terkait ada seorang yang disebut “wanita  berbaju kotak-kotak” itu di atas ranpur TNI saat pelaksanaan penertiban baliho tak berizin.

Dia menjelaskan bahwa jurnalis tersebut tidaklah sendirian ketika melakukan peliputan kegiatan penertiban baliho di seluruh jalan protokol yang ada di Jakarta.

Namun ada enam jurnalis lainnya yang ikut meliput dan dibagi ke dalam dua panser.

“Sebenarnya bukan sendirian, ada tujuh awak media yang ikut meliput saat kegiatan penertiban baliho HRS di seluruh jalan protokol,” paparnya.

Herwin Budi mengugkapkan, satu ranpur TNI dinaiki tiga jurnalis dari CNN TV, Warta Kota dan Genpi.

“Ranpur TNI satunya dinaiki oleh empat jurnalis dari LKBN Antara, Medcom, Koran Lampu Hijau dan Indosiar,” katanya.

Klarifikasi ini menjawab tentang video yang viral di media sosial (medsos) saat puluhan personel TNI menggunakan motor trail dikawal ranpur TNI sedang menuju Petamburan. Ada penumpang warga sipil yang turut naik panser.

Penumpang perempuan tersebut memakai baju kotak-kotak menjadi bahan pembicaraan warganet (netizen).

“Banyak yang curiga dan mempertanyakan mengapa warga sipil bisa naik panser yang ingin menurunkan spanduk dan baliho HRS, di sini saya nyatakan wanita tersebut adalah seorang jurnalis,” pungkasnya. (rilis)

 

Komentar

News Feed