oleh

IMF : Pemerintah Harusnya Fokus Tangani Kesehatan dan Ekonomi Negara Karena Pandemi Bukan Fokus Petamburan

-Nasional-3.604 views

Berkeadilan.com – Kepulangan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Riziq Shihab ke Indonesia pada 10 November 2020 lalu diwarnai pro dan kontra ditengah masyarakat Indonesia belakangan ini. Bahkan sebagian menilai kedatangan HRS ke Indonesia setelah 3,5 tahun di Saudi Arabia sebagai ancaman terhadap kestabilan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menanggapi fenomena pro dan kontra tersebut menurut Ibrahim Malik Fatsey (IMF) merupakan hal yang wajar dalam dinamika sosial bernegara terhadap suatu peristiwa sosial. Akan tetapi menurut aktivis islam akrabnya disapa IMF ini bahwa membesar-besarkankan permasalahan anak bangsa dan juga ulama seperti Habib Riziq Shihab apalagi dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas negara justru dinilai lebai dan berlebihan.

Lebih jauh ia mengapresiasi kebijakan Pamdam Jaya pada insiden pencopotan spanduk dan baliho berfotokan Habib Riziq Shihab (HRS) disetiap sudut kota DKI Jakarta kemarin. Namun di satu sisi menurutnya hal tersebut terkesan lebai dan tidak harusnya dilakukan oleh aparat TNI sekalipun TNI memiliki kewenangan terhadap hal tersebut.

Pasalnya penurunan spanduk dan baliho berfotokan HRS diserahkan saja kepada Satpol PP dan aparat kepolisian dan tidak mesti sampai diambil alih oleh apparat TNI. Menurut saya jika TNI turun tangan seperti kemarin diakukan Pamdam Jaya menjadi perhatian khusus bagi sebagaian besar kalangan muda Indonesia mempertanyakan ada apa dengan sikologi pemerintah kita hari ini ?. Seolah menjadi kekhwatiran besar bagi sebagian kelompok elit negara dengan kepulangan HRS.

“Serahkan saja urusan pencopotan baik sapanduk dan baliho itu kepada satpol PP atau kepolisian saja kan lebih elegan disbanding harus TNI ikut-ikutan segala gmana nggak terkesan lebai dan susuatu yang disembunyikan ?” tutur Ibrahim kepada awak media. Sabtu, (21/11/2020) dini hari.

Pertanyannya adalah siapa HRS ? semacam teroriskah oleh pemerintah kita hari ini ?. Kan tidak, beliau adalah seorang ulama besar orang baik yang dengan niat tulus betujuan mulia menegakan revolusi akhlak itu penting dengan kondisi indonesia saat ini. Jangan lupa negeri ini tanpa pemuka agama dalam hal ini juga ulama kita negeri ini kehilangan kesadarannya”Sambungnya Lagi

Ketika ditanya perihal pengumpulan massa yang banyak saat penjemputan kepulangan HRS di terminal III Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada beberapa waktu ini, ia menyebut hal demikian sudah di jawab secara terbuka oleh pihak FPI dan pengacaranya bahwa jumlah masa yang membludak diluar perkiraan mereka. Bahkan FPI sudah mengakui kesalahan dan sudah taat hukum membayar denda sebagaimana peraturan yang berlaku.

Ia berharap masyarakat Indonesia tidak mudah termakan issue provokasi dan hoax yang mengganggu keutuhan negara saat ini. Ibrahim juga meminta pemerintah untuk berhenti membesar-besarkan kepulangan Habib Riziq Shihab sehingga pemerintah Indonesia lebih fokus pada penanganan krisi kesehatan dan ekonomi bangsa hari ini akibat pandemi covid-19.

Selain itu juga ia mengatakan sebentar lagi Indonesia akan menyelenggarakan momentum demokrasi Pemilihan Kepala Daerah pada 9 Desember mendatang. Ia berharap harusnya fokus perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap hal-hal demikian dibanding terpecah-belah hanya karena kepulangan HRS ke tanah air.

“Jangan sampai tenaga dan fokus pikiran pemerintah dan masyarakat hanya pada satu persoalan yakni kepulangan HRS ke tanah air hingga akhirnya mengabaikan agenda negara lainnya yang masih tertunda” Pungkasnya

Komentar

News Feed