oleh

GEBRAK Minta Polri Hentikan Represifitas

Jakarta, Berkeadilan.com – Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Ilhamsyah mendorong agar Polri tidak lagi bersikap represif terhadap masyarakat, khususnya para demonstran.

Bahkan ia sampai menyinggung tentang hasil perjuangan reformasi, di mana buruh, mahasiswa dan masyarakat menuntut dipisahkannya Polri dengan TNI sebagai dwi fungsi ABRI.

“Para polisi-polisi muda pada hari ini, tindakan represifitas adalah penghianatan pada reformasi. Reformasi 98 tuntutannya adalah cabut dwi fungsi ABRI,” kata Ilhamsyah saat orasi di depan gedung Baharkam Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2020).

Dalam aksinya bersama kelompok Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK), Ilhamsyah menyebut bahwa dengan melihat sejarah itu, seharusnya Polri berterima kasih kepada rakyat Indonesia. Salah satunya adalah dengan tidak berwatak militer dalam menangani persoalan masyarakat sipil di dalam negeri.

“Tanpa ada gerakan reformasi, belum tentu Polri keluar dari ABRI. Watak pendidikan dan fungsi TNI dengan Polri adalah satu hal yang sangat berbeda. TNI tugasnya perang dan jaga keamanan negara dari serangan luar, tugas TNI itu membunuh atau dibunuh karena mereka dilatih untuk perang,” ujarnya.

Sementara Polri, Ilhamsyah menyebut bahwa tugas mereka adalah melindungi dan mengayomi masyarakat untuk menjaga stabilitas di dalam negeri, bukan malah melakukan agenda represifitas terhadap rakyat yang sedang memperjuangkan hak-haknya.

“Tapi fungsi Polri berbeda, Polri menjaga keamanan dalam negeri Indonesia. Polri bukan alat perang atau alat kekerasan. Tugasnya melindungi dan mengayomi rakyat di dalam negeri,” imbuhnya.

Represifitas Tak Selesaikan Masalah

Di sisi lain, Ilhamsyah juga menyampaikan bahwa sikap represif yang dilakukan oleh Polri tidak akan menyelesaikan masalah, justru akan menimbulkan masalah baru seperti halnya dendam yang tak berkesudahan.

“Tindakan represif hanya akan timbulkan dendam yang tidak berkesudahan. Kalau Polri masih terus represif maka kita tidak akan berhenti berjuang,” tegasnya.

Bahkan kata Ilhamsyah, jika Polri tidak berbenah dari watak militeristik, maka ia akan mempersoalkannya mulai dari tingkat DPR RI hingga dunia internasional. 

“Kita akan terus gugat agar Polri merubah karakter dari militeristik. Kami akan buat tekanan ke Komisi III DPR, Komnas HAM dan kampanye internasional,” tuturnya.

Dalam aksi tersebut, hadir beberapa kelompok organisasi masyarakat sipil lainnya, yakni KASBI, LBH Jakarta, KRPI, KPA, LMND dan masih banyak lagi yang lainnya. []

Komentar

News Feed