oleh

Kecewa Narasi Negatif KAMI, KMN Sebut Mereka Lagi Jualan “Nasi Bubur”

-Polhukam-3.975 views

Berkeadilan.com – Peneliti dari Komite Muda Nusantara (KMN), Erik Hapedrik menyatakan bahwa pihaknya sangat mengecam provokasi yang dilakukan oleh Komite Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dinilai hanya untuk menggoreng isu di tengah pandemi COVID-19 untuk menyerang pemerintah semata.

“Kami sangat mengecam segala bentuk provokasi, propaganda, kapitalisasi isu-isu dan wacana yang tidak relevan pada kondisi bangsa saat ini,” kata Erik, Jumat (14/8/2020).

Dari pada menggiring opini kebencian terhadap pemerintah, ia menilai seharusnya para tokoh tersebut ikut membantu bagaimana agar seluruh stakeholder bangsa Indonesia bersama-sama berusaha keras melakukan penyelamatan bangsa dan negara akibat pandemi COVID-19.

“Kami dukung seluruh upaya semua pihak yang berusaha memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa untuk keluar dari dampak pandemi Covid,” ujarnya.

Selanjutnya, Erik juga mengajak kepada seluruh elemen dan organisasi pemuda di Indonesia untuk ikut bergotong-royong dalam membantu mengatasi dampak besar dari pandemi yang saat ini tengah menyerang seluruh negara di dunia.

“Kami minta semua teman-teman dan seluruh organ pemuda agar ikut serta dalam usaha membantu Indonesia keluar dari bahaya pandemi Covid,” serunya.

Lebih lanjut, ia juga mengharapkan kepada seluruh bangsa Indonesia agar tidak mudah terprovokasi oleh seruan dan propaganda apapun yang justru mendegradasi semangat bangsa Indonesia untuk bersama-sama bangkit dari situasi krisis akibat pandemi ini.

“Kami minta masyarakat agar lebih cermat dan bijaksana, bahwa di alam demokrasi lumrah dimanfaatkan kelompok tertentu manfaatkan situasi untuk cari keuntungan pribadi dan kelompok,” tegasnya.

Terakhir, ia juga menuding bahwa KAMI adalah elemen yang sengaja diciptakan oleh para barisan sakit hati akibat tidak tercapainya cita-cita politik mereka untuk berkuasa di Indonesia, agar masyarakat awam membenci pemerintah karena terkesan tidak becus dalam mengurus negara karena krisis akibat pandemi.

“KAMI yang kedepankan narasi pesimistik, jelas mereka barisan sakit hati. Bercandaan saya, ini barisan nasi yang udah jadi bubur dan bagaimana agar bubur ini bisa dijual dan laku,” tandasnya.

Komentar

News Feed