oleh

LAKSI Ajak Tolak Isu Rasisme Tapi Perkuat Jiwa Nasionalisme

-Polhukam-5.459 views

Berkeadilan.com – Lembaga Advoksi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI) menyerukan kepada publik untuk menolak isu provokasi yang dikembangkan oleh siapapun dengan nuansa rasisme.

Hal ini disampaikan oleh ketua Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia, Azmi Hidzaqi. Ia menyebut bahwa isu rasisme akan mudah memantik bara api kebencian di Papua dan Indonesia.

“Ketika berita bohong dan selebaraan bernuansa adu domba beredar luas di media sosial, sudah seharusnya masyarakat dapat memfilter isi berita yang memuat ujaran kebencian dan provokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Azmi dalam siaran persnya, Senin (22/6/2020).

Kemudian, ia juga menghimbau agar ada peningkatkan sosialisasi dari pemerintah pusat dan daerah serta TNI-Polri untuk menangkal isu rasisme yang bernuansa provokasi.

“Kami meminta stop melakukan provokasi yang akan memperkeruh persoalan kemanusiaan, selain itu isu rasisme harus segera diredam,” ujarnya.

“Kami mengajak masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan provokasi dengan memanfaatkan isu suku, agama, ras, dan antar golongan atau rasisme dari kasus George Floyd di Amerika Serikat untuk menyulut aksi massa yang dapat mengganggu kedamaian di Papua dan Indonesia secara umum,” imbuhnya.

Azmi menilai bahwa saat ini sudah seharusnya seluruh elemen bangsa untuk berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila yang mampu mempersatukan berbagai perbedaan SARA dalam bingkai NKRI.

“Kita akan rugi apabila terpancing melakukan aksi kekerasan dan kerusuhan karena yang akan menderita rakyat dan berdampak langsung secara ekonomi rakyat,” tuturnya.

Mengutip pernyataan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpaw, bahwa mereka mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada di Tanah Papua untuk terus bersama-bersama dengan aparat TNI/Polri menjaga stabilitas keamanan di masing-masing wilayah. Peran serta semua elemen sangat dibutuhkan dalam menjaga tanah Papua ini tetap aman dan kondusif.

Apalagi, Presiden Joko Widodo sering kali menyatakan bahwa tidak ada daerah yang dilupakan dalam upaya pembangunan nasional, tidak ada daerah yang dikesampingkan, tidak ada daerah yang dianak-tirikan dan dianak-emaskan. Semuanya adalah anak kandung Ibu Pertiwi.

Komentar

News Feed