oleh

Sambut New Normal, Pakar Lintas Sektor : Jangan Ada New Victim

SERANG, Berkeadilan.com – Istilah New Normal atau kenormalan baru akhir-akhir ini kita tahu sering mencuat ke permukaan baik di kehidupan masyarakat maupun media sosial. Jauh sebelum Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir, kenormalan baru sepertinya sudah diterapkan oleh banyak masyarakat di Indonesia. Namun sudah sejauh mana kesiapan dan pemahaman secara detail tentang ini masih mengambang.

Kepala Pusat Penerbitan dan Percetakan Karya Ilmiah Untirta, Firman Hadiansyah telah menginisiasi para pakar lintas sektor untuk ikut menulis soal new normal dalam bukunya yang berjudul “Sebuah Bungan Rampai Menuju Norma(l) Baru”. Firman mengatakan ketika nanti new normal diterapkan diharapkan tidak ada New Victim, karena masyarakat harus paham betul ketentuan-ketentuan dari norma yang berlaku setelah pandemi ini.

“Ada yang menulis dalam buku ini, ketika nanti new normal diterapkan diharap tidak adanya new victim atau korban baru yang lahir. Karena kita lihat sejauh ini antusiasme warga berbondong-bondong keluar karena rasa jenuh selama di rumah terus. Nah warga ini harus tahu ketentuan-ketentuan dari norma baru yang berlaku setelah pandemi ini karena kita sebagai manusia harus adaptif dan lebih hati-hati,” Kata Firman dalam talkshoh Ngariung Show SultanTv.co sore kemarin (18/06/2020).

Firman juga menuturkan bahwa ketika kita menerapkan new normal maka dapat dipastikan akan ada sebuah norma atau perilaku yang terganti atau bahkan hilang.

“New normal itu bukan seperti “new year” yang biasa dirayakan dengan suka cita. New normal sebenarnya akan ada sebuah perubahan perilaku, lahirnya norma baru. Karena tidak mungkin jika new normal ini sukses tanpa ada norma yang harus kita ubah,” tambah Firman. (AM/BHI)

Komentar

News Feed