oleh

Dibunuh Simpatisan ISIS, Brigadir Leonardo Dapat Kenaikan Pangkat

-Polhukam-2.597 views

Berkeadilan.com – Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol M. Rifai mengatakan, bahwa Brigadir Leonardo Latupapua mendapat kenaikan pangkat dari Kapolri menjadi bripka atau brigadir polisi kepala karena meninggal dunia dalam tugasnya.

“Atas kejadian tersebut Kapolri Jenderal Polisi Idam Azis turut berbela sungkawa dan memberikan Santunan kepada keluarga korban Brigadir LL dan menaikkan pangkat setingkat lebih tinggi kepada korban,” kata Rifai lewat keterangannya, Senin (1/6/2020).

Rifai menuturkan, bantuan tersebut disalurkan langsung Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Nico Afinta. Saat ini korban akan diberangkatkan dari rumah sakit ke rumah duka.

“Di samping itu Kapolda Kalsel juga mengunjungi rumah sakit dan mengunjungi rumah almarhum Brigadir LL dan memberikan santunan kepada keluarga Brigadir LL,” ujar Rifai.

Aksi terorisme di Polsek Daha Selatan

Perlu diketahui, bahwa aksi terorisme tersebut terjadi pada Senin, 1 Juni 2020, sekitar pukul 02:15 WITA. Pelaku yang diketahui mengaku bernama Abdul Rahman itu melakukan aksinya di Mapolsek Daha Selatan secara sendirian.

Sebelum melakukan serangan kepada aparat kepolisian, Abdul Rahman terlebih dahulu membakar mobil patroli yang terparkir di Mapolsek Daha Selatan. Kemudian aksinya dilanjut dengan menyerang Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Brigadir Leonardo Latupapua yang sedang melakukan piket.

Mendapati keributan di area SPKT Polsek Daha Selatan, salah satu petugas piket yakni Bripda Muhammad Azmi melakukan pengecekan, dan di sana ia melihat rekan kerjanya tengah terluka akibat sabetan pedang samurai yang dipakai Abdul Rahman untuk melancarkan terornya. Dan kabar terbaru, Brigadir Leonardo meninggal dunia.

Selanjutnya, Bripda M Azmi pun melapor ke Kanit Intel untuk meminta pertolongan. Karena seruan agar Abdul Rahman menghentikan aksinya tidak digubris, akhirnya polisi melakukan tindakan terukur terhadap pelaku.

Setelah berhasil melumpuhkan dan dilakukan penggeledehan, didapati Abdul Rahman membawa beberapa atribut yang bersimbol logo ISIS, sepucuk surat, 1 bilah pedang samurai, dompet berisi uang dan kunci sepeda motor.

Hingga sampai saat ini, kasus tersebut tengah ditangani oleh unit Densus 88 Antiteror Polres Hulu Sungai Selatan.

Komentar

News Feed