oleh

Pengamat Duga Pelaku Teror di Polsek Daha Selatan Berafiliasi dengan ISIS

-Polhukam-5.406 views

Berkeadilan.com – Pengamat Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta menyebut, bahwa dugaan besar untuk saat ini, pelaku teror di Polsek Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan berafiliasi dengan organisasi ISIS.

Hal ini dikatakan Stanislaus berdasarkan pola serangan yang dilancarkan pelaku teror tersebut.

“Dilihat dari model serangan, atribut dan targetnya, kemungkinan besar pelaku tersebut terpengaruh atau berafiliasi dengan ISIS,” kata Stanislaus dalam keterangan persnya, Senin (1/6/2020).

Perlu diketahui, bahwa salah satu pihak yang dijadikan sebagai musuh oleh ISIS di Indonesia adalah Polri.

“Karena tindakan hukum yang dilakukan oleh Polri membuat kelompok radikal yang berafiliasi dengan ISIS menjadi terdesak,” ujarnya.

Beberapa aksi teror terhadap polisi antara lain aksi teror terhadap polisi di Cikokol (20/10/2016), serangan di Mapolres Banyumas (11/4/2017), aksi bom di Kampung Melayu (24/5/2017), penyerangan terhadap anggota Brimob di Masjid Falatehan (30/06/2017).

Pada tahun 2018 aksi teror terhadap polisi sepert Kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok (8/5/2018), serangan bom bunuh diri terjadi di Polrestabes Surabaya (14/5/2018), serangan di Kepolisian Daerah Riau (16/5/2018).

Pada tahun 2019, aksi teror bom bunuh diri di Pospam Kertasura (3/6/2019) dan bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan (13/11/2019).

Selain aksi oleh kelompok yang berafiliasi dengan ISIS di Indonesia seperti JAD dan MIT yang kerap menyerang polisi, Stanislaus juga mengingatkan agar aparat sangat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi model lone wolf yang sulit dideteksi ruang geraknya.

“Aksi model lone wolf sulit dideteksi, karena bergerak seorang diri sehingga tidak ada komunikasi atau transaksi yang bisa dipantau,” tuturnya.

Komentar

News Feed