oleh

TEROR DISKUSI MAHASISWA UGM MENCEDERAI DEMOKRASI.

Berkeadilan.com – Diskusi virtual yang rencananya akan diadakan Constitutional Law Society (CLS) atau Komunitas Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) diduga menjadi buntut panjang aksi teror yang dialami oleh pihak panitia.

Diketahui mahasiswa pelaksana kegiatan yang tergabung dalam “Constitutional Law Society” (CLS) telah melakukan perubahan judul yang semula ‘Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan’, kemudian diganti ‘Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan’, karena menuai kecaman dari sejumlah pihak dan diduga makar.

Wasekjen PB HMI Andy Ullah melihat tak ada yang harus di takutkan dari tema diskusi yang diselenggarakan Mahasiswa yang tergabung dalam CLS tersebut. “tema yang diambil itu suatu hal wajar dalam ranah diskusi akademik” Terang Andy Ulla kepada Awak Media, Minggu, (31/05/2020)

“Apalagi kita sama – sama ketahui bahwa memberhentikan presiden itu diatur dalam konstitusi. Jadi bukan suatu yg aneh dan baru bahkan peristiwanya perna terjadi. Jadi tidak usah alergi dengan kegiatan diskusi ilmiah.” Tambah dia

Pun dirinya berharap semua kalangan harusnya lebih arif dalam menyikapi diskusi yang akan diadakan CLS tersebut. “perbedaan pendapat akhirnya kita bertindak arogan/meneror yang akhirnya mencederai kebebasan dalam berpendapat yg sudah lama kita rawat bersama” Ucapnya

Apalagi dimasa sulit seperti sekarang ini (pandemi corona virus 19), Sudah seharusnya kita sama seluruh elemen masyarakat dan pemangku kebijakan (pemerintah) menjaga kondusifitas, saling menghargai dan gotong royong agar supaya indonesia bisa cepat keluar dari berbagai persoalan termasuk juga keluar dari wabah virus corona yang saat ini melanda.

Kejadian ini akan menjadi catatan buruk terhadap demokrasi kita. Sebab kebebasan berpendapat, berdiskusi dan perbedaan pendapat di era Presiden Jokowi diancam/teror akan dibunuh.

Maka kami meminta kepada penegak hukum (kepolisian) untuk mengusut tuntas kasus teror ini. Dan menghukum siapapun dalang kejadian yg meneror teman” panitia diskusi yg diadakan CSL, apalagi modus yg digunakan mengatas namakan ormas tertentu. Pungkas Andy Ullah

Komentar

News Feed