oleh

BPBD NTB Laporkan, Guide Travel 55 Tahun Meninggal Positif Corona

-Daerah-5.989 views

Berkeadilan.com – Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ahsanul Khalik melaporkan bahwa satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Mataram meninggal dunia.

“Pasien laki-laki atasnama Jamanik umur 55 tahun sebelumnya merupakan pasien status PDP yang dirawat di RSUD Kota Mataram, dan meninggal pada hari Sabtu 28 Maret 2020 siang,” kata Khalik, Rabu (1/4/2020).

Pria yang bekerja sebagai pemandu perjalanan (Guide Travel) tersebut dinyatakan positif mengidap Covid-19 setelah dilakukan tes swab.

“Hasil laboratorium pemeriksaan swab positif Covid-19,” ujarnya.

Dalam pendeteksian riwayat perjalanan almarhum Jamani Indra Galang, ia diketahui telah melakukan perjalanan dari Jakarta. Di ibukota itulah, ia terpapar virus tersebut. Dan hingga saat ini, pihaknya masih melakukan tracking siapa saja yang sudah menjalin kontak dengan almarhum saat hingga setelah dari Jakarta itu.

“Pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan ke daerah terdampak, yaitu Jakarta, sehingga saat ini terus dilakukan penelusuran kontak tracking terhadap orang-orang yang pernah berhubungan dengan pasien dimaksud,” jelasnya.

Selain itu, Khalik juga melaporkan satu orang PDP yang meninggal dunia. Ia adalah I Made Sunarta usia 55 tahun. Ia menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Sabtu 28 Maret 2020 di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB.

Almarhum sebelumnya mengeluhkan gejala seperti sesak nafas dan kondisi tubuh lemah. Apalagi I Made Sunarta juga dikabarkan memiliki penyakit komplikasi lainnya, sehingga sebagai upaya antisipatif, pihak RSUD Provinsi NTB pun harus melakukan isolasi kepadanya.

“Pasien tersebut sebelumnya pada hari Jum’at 27 Maret datang karena dalam kondisi lemah dan keluhan sesak napas, serta komplikasi penyakit degeneratifnya lainnya,” kata Khalik.

Namun berdasarkan hasil swabtest, didapati I Made Sunarta negatif Coronavirus. Dengan demikian, pihaknya menyatakan bahwa yang bersangkutan meninggal bukan karena Covid-19, melainkan karena penyakit komplokasinya itu.

“Bahwa almarhum tidak memiliki riwayat melakukan perjalanan ke daerah pandemi Covid-19, namun walaupun seperti itu tetap kemudian dilakukan pengambilan swab dan hasilnya ternyata negatif,” paparnya.

Dalam rilisnya, Khalik juga kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat di NTB untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap pandemi Covid-19 yang saat ini tengah merebak di Indonesia.

“Hal yang paling penting saat ini adalah meningkatkan kewaspadaan bersama untuk memperhatikan apa yang menjadi edaran dan himbauan dari para tokoh agama dan pemerintah,” tuturnya.

Mengikuti imbauan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 harus ditaati agar penyebarannya tidak semakin masif. Apalagi berdasarkan data yang dirilis, setidaknya sudah ada 4 orang PDP di Provinsi NTB meninggal dunia karena virus Corona.

“Diminta kepada semua pihak mengikuti dan mematuhi petunjuk dan arahan dari pemerintah,
tenaga medis dan petugas di lapangan,” imbuhnya.

“Tetap saling mengingatkan dan saling menjaga, dengan cara cuci tangan, tetap di rumah kecuali dalam keadaan mendesak, jaga jarak atau physical distancing, jalankan pola hidup bersih dan sehat, konsumsi vitamin, jauhi keramaian, gunakan masker jika anda sakit dan saat berada di luar rumah dan jangan percaya berbagai isu dan informasi hoaks,” tutupnya.

Data kasus Covid-19 per hari Rabu 1 April 2020 pukul 17.00 WIB di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) :

Jumlah kasus : 1.424 kasus
Jumlah PDP : 62 orang
Jumlah ODP : 1.362 orang
Jumlah positif : 6 orang

Komentar

News Feed