oleh

Kabid PTKP HMI Hukum UNAS Tanggapi Laporan Aziz Fadirubun Terhadap Bahlil Lahadalia Tak Beralasan Hukum dan Bukti Valid.

JAKARTA – Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jakarta Selatan Komisariat Hukum Universitas Nasional Mujais Yudian, mengecam tindakan yang di lakukan Aziz Fadirubun dan kelompoknya yang mengatasnamakan PB HMI melaporkan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Asing (BKPM RI) Bahlil Lahadalia di KPK pada pekan lalu.

Mujais Yudian menanggapi laporan yang di lakukan Aziz Fadirubun dan kelompok yang mengatasnamakan PB HMI di KPK terhadap ketua BKPM Bahlil Lahadalia tak berlandaskan hukum dan bukti yang valid dan sangat memalukan nama baik organisasi HMI.

“Sangat memalukan, mereka (Aziz Fadirubun) melaporkan kakanda Bahlil Lahadalia tanpa bukti hukum yang valid dan merusak nama baik organisasi HMI” Terang, Mujais Yudian di Kediamannya, Kamis, (26/03/2020)

Selain itu, Yudian menambahkan alasan Bahlil Lahadalia diacara silaturahmi bersama keluarga besar HMI di sunda kelapa menteng jakarta pusat pada pekan lalu sah-sah saja sebagai alumni organisasi Mahasiswa Islam tersebut.

“HMI memiliki alumunus yang tersebar banyak dibirokrasi pemerintahan negara, dan mereka selalu menyumbangkan sebahagian rezikinya untuk keberlangsungan organisasi dan perkaderan. Hal tersebut sah-sah saja, lantas kok dibuka laporan bahkan tak mendasar pula, kami menduga belau sudah tidak normal pikirannya” Tambahnya

Lebih jauh, dirinya menduga Aziz Fadirubun beralasan menggunakan laporan tersebut untuk merauk keuntungan dan simpatik dari senior HMI. Parahnya, Aziz dianggap selalu membuat onar dan tindakan kriminal terhadap kepungurusan PB HMI.

“Aziz Fadirubun sudah diskors alias di pecat sebagai kader HMI dikarenakan melakukan onar dan sering melakukan tindak kriminal terhadap beberapa Anggota Kader HMI dan Pengurus Besar HMI, ini pikiran dan tindakan kelainan psikopat. Maka kami mengecam laporan tersebut sebab dirinya bukan lagi sah sebagai kader HMI semenjak di cabut status keanggotaannya sebagai kader HMI” papar dia

Lebih jauh, mereka meminta aparat penegak hukum untuk tidak menindak lanjuti laporan Aziz Fadirubun (Red) dan kelompok yang bersamanya terhadap Bahlila Lahadalia. Hal tersebut dikarenakan Aziz diduga melakukan pembobongan hukum dan melakukan fitnah terhadap pejabat negara dan juga nama baik organisasi HMI.

“Kami meminta agar penegak hukum segera mengambil sikap, karena ini masalah nama baik bang Bahlil Lahadalia apalagi belau sebagai pejabat publik di pemerintahan pak presiden Jokowi dan juga nama baik organisasi kami. Segera tangkap dan penjarakan. Itu saja” Pungkasnya

Komentar

News Feed