oleh

Tenda Buruh Ditabrak Mobil, DEN KSBSI Minta Kepolisian Usut Tuntas

Jakarta, Berkeadilan.com — DEN KSBSI (Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia) mengecam atas insiden ditabraknya tenda aksi buruh PT Sumber Bening Lestari (SBL) oleh sebuah mobil yang menewaskan 4 orang di Sukorejo dan 2 orang masih kritis di RS Pasuruan Jawa Timur pada Selasa (10/3/2020) dini hari.

Dedi Hardianto selaku Sekjen KSBSI menyampaikan dukacita mendalam atas Aksi mogok kerja buruh PT Sumber Bening Lestari (SBL) federasi logam, metal dan elektronik (F.Lomenik) yang merupakn bagian dari KSBSI (Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia) yang berubah menjadi tragedi.

“Tentu ini sebuah tragedi yang amat kami sayangkan, kami turut berdukacita yang sangat mendalam,” kata Dedi Hardianto, Selasa (10/3/2020).

Aksi yang mereka lakukan adalah menuntut hak yang sangat mendasar dan normatif, bahwa mereka menuntut status hubungan kerja yang tidak jelas, kekurangan upah, kepesertaan BPJS baik naker maupun kesehatan dan PHK yang dilakukan oleh pihak Manajemen PT. Sumber Bening Lestari (SBL) dan aksi tersebut sudah berlangsung hampir 2 bulan.

Seharus persolan tersebut bisa diselesaikan dengan cepat apabila pamerintah dalam hal ini dinas tenaga kerja kabupaten Pasuruan merespon dengan cepat dan menjalankan tupoksinya sebagai regulator, karena yang namanya normatif wajib dijalankan.

Dedi juga minta kepada pihak kepolisian untuk melakukan pengusutan hingga tuntas. “Kami meminta agar pihak kepolisian usut tuntas kasus ini,” tegasnya.

Buruh KSBSI korban tenda yang ditabrak

Diketahui tenda para buruh ditabrak sebuah mobil Innova bernopol AG 1270 VI.  Insiden yang terjadi Selasa (10/3) dini hari tersebut, menewaskan 4 orang. Dua lainnya mengalami luka berat.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Lokasinya berada di tepi ruas jalan nasional jurusan Malang – Surabaya, tepatnya di depan PT. Sumber Bening Lestari, Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo.

Kapolsek Sukorejo AKP Supriyadi mengatakan, untuk sopir mobil Toyota Innovanya, oleh petugas yang datang ke TKP langsung diamankan ke Mapolsek setempat. Identitasnya diketahui berinisial SWP, 30, asal Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Saat itu di dalam mobil tersebut, ada sopir beserta lima penumpang yang masih hubungan saudara atau family. Tiga di antaranya anak-anak.

“Sopir dan para penumpangnya selamat. Usai kejadian semuanya kami amankan dan bawa ke Mapolsek,” kata Kapolsek Sukorejo AKP Supriyadi. (Ist)

Komentar

News Feed